Jumat, 30 November 2012

Indonesia Vs Malaysia adalah "El Clasico Melayu"




Pertemuan Indonesia U-22 Indonesia dan Malaysia pada turnamen SCTV Cup di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/9/2012). Pertemuan kedua negara ini selalu panas.
TERKAIT
 Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menilai, pertandingan Indonesia melawan Malaysia bakal seru. Melihat rivalitas kedua tim, dia menyebut laga nanti tak ubahnya panasnya laga el clasico antara Real Madrid melawan Barcelona.

"Seperti 'el clasico Melayu', pertandingannya akan penuh dengan persaingan yang luar biasa," katanya, Kamis (29/11/2012).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu berharap Indonesia kembali bisa meraih tiga poin ketika melawan Malaysia. Jika timnas bermain seperti ketika melawan Singapura, Pramono yakin timnas bisa menang.

Seperti diberitakan, Indonesia minimal harus menahan seri Malaysia di laga terakhir Grup B untuk lolos ke semifinal. Indonesia kini mengoleksi empat poin dari hasil imbang 2-2 melawan Laos dan menang 1-0 atas Singapura, dan sementara memimpin Grup B Piala AFF 2012. Singapura berada di bawahnya dengan tiga poin, sama dengan Malaysia yang pada Rabu malam menang 4-1 atas Laos.

Safee: Indonesia Lebih Berpengalaman di AFF 2010



Pesepak bola asal Malaysia, Safee Sali, berpose usai sesi latihan di Kompleks POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011). Safee Sali, striker timnas Malaysia resmi memperkuat Pelita Jaya.
TERKAIT
  Bomber Malaysia, Safee Sali, berpendapat, tim nasional Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2010 lebih berpengalaman daripada tim yang dibesut Nil Maizar saat ini.
"Tim yang ada berbeda dari dua tahun lalu. Aku rasa tim 2010 lebih tersusun dan berpengalaman dari tim edisi kali ini. Namun, dalam pertandingan ada yang menang dan kalah meski tidak ada tim yang mau kalah," tutur Safee kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (29/11/2012).

Indonesia memang didominasi pemain muda yang belum banyak memiliki jam terbang internasional. Praktis hanya Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, Elie Aiboy, dan Andik Vermansah yang memiliki cukup banyak jam terbang internasional dari 22 pemain yang ada.

Terlepas dari itu, Indonesia mampu mencetak sejarah. Keberhasilan menaklukkan Singapura menjadi kemenangan pertama bagi Indonesia dalam 14 tahun terakhir.

Malaysia sendiri sebagai juara bertahan sempat dipermalukan Singapura dengan skor tiga gol tanpa balas. Namun, "Harimau Malaya" bangkit dengan membungkam Laos 4-1. Di pertandingan terakhir penyisihan grup B, Malaysia akan melakoni laga hidup mati melawan rival abadinya, Indonesia, Sabtu (1/12/2012), demi memperebutkan tiket semifinal.

Partai ini merupakan laga ulangan final Piala AFF 2010 di mana Malaysia menjadi juara dengan unggul agregat 4-2. Keberhasilan Malaysia tidak terlepas dari sosok Safee yang sukses mencetak gol di laga pamungkas. Safee pun kemudian meraih sepatu emas.

Disinggung mengenai ambisinya saat melawan Indonesia pada pertandingan nanti, Safee mengaku tak memiliki target apa pun. Dia hanya ingin membantu Malaysia meraih kemenangan. "Saya cuma mau menang agar timnas Malaysia lolos. Tidak peduli siapa yang cetak gol. Walaupun menang 1-0, itu sudah berarti bagi kami. Aku rasa pertandingan nanti akan seru," tutur pemain Arema Indonesia tersebut. 

"Garuda" Siap Cakar "Harimau Malaya"


Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012.
TERKAIT
Pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar, mengatakan, anak asuhnya dalam kondisi bagus untuk melakoni matchday terakhir Grup B Piala AFF 2012 kontra tuan rumah Malaysia, Sabtu (1/12/2012). Menurut pelatih berusia 42 tahun itu, skuad "Garuda" siap tempur meraih hasil terbaik dalam pertandingan tersebut.
Indonesia kini berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan poin empat atau unggul satu angka dari Singapura di posisi kedua. Irfan Bachdim dan kawan-kawan hanya membutuhkan hasil imbang dengan Malaysia untuk memastikan satu tempat di semifinal.
"Setiap pemain dan pelatih pasti ingin menang. Tetapi, saya selalu bilang kepada pemain, soal hasil itu urusan Allah. Yang terpenting bagaimana mereka bisa kerja keras sampai wasit meniupkan peluit panjang," ujar Nil dalam jumpa pers yang juga dihadiri wartawan Kompas.com, Ary Wibowo, di Hotel Palace of Golden Horses, Malaysia, Jumat (30/11/2012).
Nil mengungkapkan, saat ini semua pemain tengah dalam kondisi baik menjelang pertandingan tersebut. Hanya bek Wahyu Wijiastanto yang akan absen dalam laga nanti karena mendapat hukuman akumulasi kartu kuning.
"Sekarang kami punya stok tiga pemain belakang untuk menggantikan Wahyu. Tetapi, siapa pemain yang akan mengisi posnya, kita lihat besok sebelum pertandingan. Sekarang tim pelatih akan menentukan strategi terbaik agar tim bisa tampil maksimal besok," tuturnya.
Terkait kekuatan calon lawan, Nil menilai Malaysia memang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi, skuad asuhan Rajagopal tersebut mampu bangkit di pertandingan keduanya dengan membungkam Laos 4-1 setelah diempaskan Singapura tiga gol tanpa balas di laga perdana.
"Pemain berpengalaman lebih banyak di Malaysia. Tetapi, kami tidak permasalahkan hal itu. Karena yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa tampil baik di pertandingan besok," ujar Nil.

Pemain Palestina Ditahan Israel, FIFA Ambil Tindakan


SAID KHATIB / AFP
Seorang anak kecil memberikan dukungan kepada pemain sepak bola Palestina, Mahmoud Sarsak, yang diduga ditahan secara ilegal oleh pemerintah Israel.
TERKAIT
Kasus dugaan penahanan ilegal yang dilakukan pemerintah Israel terhadap beberapa pemain sepak bola Palestina, mendapat perhatian dari Presiden FIFA Sepp Blatter.

Situs resmi FIFA melansir, Blatter sangat prihatin dengan masalah yang terjadi di sepak bola Palestina. Bahkan, seorang pemain sepak bola Palestina, Mahmoud Sarsak, dikabarkan dalam kondisi memprihatinkan karena melancarkan aksi mogok makan selama 90 hari akibat dugaan penahanan ilegal itu. Sarsak sendiri telah ditahan oleh pemerintah Israel sejak 2009 lalu.

"Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan hari ini (12 Juni) prihatin dan khawatir tentang dugaan penahanan ilegal pemain sepak bola Palestina," sebut situs resmi FIFA.

FIFA akan segera meminta Federasi Sepak Bola Israel (IFA), untuk lebih memperhatikan masalah ini. Hal itu diupayakan untuk memastikan kondisi fisik dari pemain yang bersangkutan serta sebagai haknya mendapatkan kejelasan proses hukum.

Kasus dugaan penahanan ilegal pemerintah Israel terhadap beberapa pemain sepak bola Palestina, telah menjadi perhatian FIFA menyusul pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Palestina, beberapa media internasional, dan Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional (FIFPro).

Israel Usir Pemain Sepakbola Palestina


GAZA CITY, Kompas.com - Seorang pejabat senior Israel, Sabtu (29/9), mengatakan pemerintah memutuskan untuk mengusir pemain sepak bola Palestina dari Tepi Barat Sungai Jordan ke Jalur Gaza, setelah ia ditangkap.
  
Zeyad Abu Ein, Direktur Jenderal Kementerian Urusan Tahanan Palestina, mengatakan kepada Xinhua pemain tersebut, Ibrahim Wadi, ditangkap pada Jumat, dalam perjalanan dari Kota Jenin di Tepi Barat ke Kota Bethlehem, tempat ia tinggal.
  
Wadi main di tim Palestina, Jabal al-Mukaber, antara Jerusalem dan Bethlehem. Menurut Abu Ein, Wadi ditahan bersama dua lagi pemain sepak bola --yang belakangan dibebaskan.
  
Keluarga Wadi mulanya berasal dari Jalur Gaza. Namun, Abu Ein mengatakan penangkapannya dan keputusan untuk mengusir dia ke Jalur Gaza "adalah tindakan yang dikutuk dan ditolak", demikian laporan Xinhua.

Ditambahkannya, "Israel mesti membatalkan keputusan tersebut dan mengizinkan dia bermain sepak bola di Tepi Barat, yang berada di bawah kendali Pemerintah Otonomi Nasional Palestina."
  
Pada April 2010, Israel mengeluarkan keputusan untuk mengusir setiap orang Palestina dari Jalur Gaza yang ditangkap di Tepi Barat karena menetap di wilayah itu tanpa izin keamanan Israel.
  
Media Israel melaporkan keputusan tersebut memberi kebebasan kepada militer Israel yang menjaga beberapa penghalang jalan di seluruh Tepi Barat untuk menangkap setiap orang dari Jalur Gaza serta memaksa mereka meninggalkan Tepi Barat.

Sentimen Anti-Israel, Sarsak Tolak Undangan Nonton "Clasico"


Sejumlah staf Stadion Camp Nou akan menggelar mogok kerja saat "El Clasico" dan laga Liga Champions melawan Glasgow Celtic, Oktober 2012.
TERKAIT

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pesepak bola Palestina, Mahmud Sarsak, menolak undangan klub Barcelona untuk menonton langsung duel el clasico antara Barcelona dan Real Madrid di Stadion Nou Camp, Minggu (7/10/2012) depan, setelah mengetahui pihak Barcelona juga mengundang seorang tentara Israel. Penolakan itu disampaikan Sarsak dalam jumpa pers di markas Palang Merah di Jalur Gaza, Senin (1/10/2012).
"Saya meminta maaf kepada suporter dan manajemen klub (Barcelona) karena tidak bisa hadir memenuhi undangan itu karena adanya undangan pada Gilad Shalit," kata Sarsak. Gilad Shalit adalah nama tentara Israel yang ditangkap pejuang Palestina di perbatasan Jalur Gaza pada tahun 2006 dan menjadi salah satu tentara Israel yang dilepas Palestina dalam pertukaran dengan 1.027 warga Palestina yang ditahan Israel.
Sarsak, yang juga berstatus pemain sepak bola itu, juga belum lama dilepas dari tahanan Israel. Ia ditangkap tentara Israel, Juli 2009, dalam perjalanannya dari Gaza untuk menandatangani kontrak dengan salah satu klub di Tepi Barat. Ia ditahan Israel tanpa ada satu pun dakwaan. Bulan Juli lalu, ia dibebaskan dari tahanan Israel setelah mogok makan hampir tiga bulan, aksi yang menarik perhatian Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan lembaga pengawas hak asasi manusia. Amnesty International.
Pekan lalu, klub Barcelona mengeluarkan pernyataan akan mengundang Shalit, yang juga penggemar sepak bola, untuk menyaksikan laga el clasico, Barcelona versus Real Madrid, Minggu depan. Rencana itu mengundang reaksi tajam dari berbagai kelompok pejuang Palestina, termasuk dari pemerintahan Hamas di Gaza yang mengimbau agar stasiun-stasiun televisi muslim tidak menayangkan laga "Barca" versus "El Real" tersebut jika tentara Israel itu hadir di Nou Camp.
"Kami mengajak semua muslim, media Arab dan Palestina untuk tidak menayangkan laga itu jika Shalit datang," kata Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, Jumat lalu. "Undangan FC Barcelona pada Shalit yang kriminal hingga mereka memberikan penghormatan padanya merupakan serangan atas sentimen di kalangan rakyat Palestina dan Arab serta muslim karena Shalit adalah tentara Israel yang berada di dalam tank pada saat (tank itu) ikut melakukan pembunuhan warga sipil Palestina, ketika ia ditangkap (tahun 2006)."
Sehari setelah muncul reaksi keras Palestina, klub Barcelona menyatakan juga mengundang Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajub, serombongan warga Palestina, dan termasuk juga Sarsak. Sarsak awalnya berencana menghadiri undangan klub Barcelona jika diberi izin Otoritas Palestina dan sepanjang tidak duduk berdekatan dengan Shalit.
Namun, Senin (01/10/2012), Sarsak berubah pikiran. Ia menganggap, hal yang tidak bisa diterima jika ia harus menonton laga sepak bola bersama Shalit. "Undangan pada Gilat Shalit menunjukkan adanya kesetaraan antara Zionis pembunuh dan warga Palestina yang jadi korban dan itu artinya, saya tidak bisa datang," papar Sarsak.
"Ada perbedaan antara seseorang yang ditangkap saat membawa senjata, berseragam militer di dalam tank, dan penangkapan atlet yang menempuh perjalanan untuk bergabung klub olahraga profesional di Tepi Barat."
Klub Barcelona maupun Real Madrid sangat populer di kalangan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

Bintang Sepak Bola Eropa Dukung Palestina



Para pemuda Palestina berkumpul di sebuah lubang di tengah bangunan seusai serangan udara Israel di rumah Keluarga Al-Dallu di Gaza City, Minggu (18/11/2012). Setidaknya 18 rakyat Palestina tewas dalam serangan udara Israel itu.
TERKAIT
KOMPAS.com - Sejumlah pemain sepak bola kelas kakap yang berlaga di kompetisi Eropa memberikan dukungan moralnya untuk Palestina, yang tengah berkonflik dengan tetangganya, Israel.

Kelompok pesepak bola ternama itu menderetkan nama-nama beken, seperti Didier Drogba (Shanghai Shenhua/eks pemain Chelsea), Eden Hazard (Chelsea), Yohan Cabaye (Newcastle United), dan Jeremy Menez (Paris Saint Germain).

Grup itu mengklaim dua pemain sepak bola, Omar Rowis (23) dan Mohammed Nemer (22), telah ditahan di Israel tanpa tuntutan hukum dan melalui sidang pengadilan.

Sebuah pernyataan muncul di situs personal bomber Sevilla, Frederic Kanoute.

"Kami, para pesepak bola Eropa, mengungkapkan rasa solidaritas kami untuk rakyat Gaza, yang hidup di bawah ancaman perang, dengan harga diri dan kebebasan mereka sebagai manusia telah dikesampingkan," tulis Kanoute, Jumat (30/11/2012), bintang Mali yang juga seorang Muslim.

Untuk keputusan yang sudah lama diputuskan UEFA, bahwa Israel akan menjadi tuan rumah Euro U-21 2013, Juni mendatang, Kanoute menambahkan, "Kami diberi informasi pada 10 November 2012, pasukan Israel mengebom stadion olahraga di Gaza, dan membawa korban tewas para pemuda yang bermain sepak bola: Mohamed Harrara (16) dan Ahmed Harrara (17), juga Matar Rahman (18) dan Ahmed Al Dirdissawi (18)."

"Meski sedang gencatan senjata, rakyat Palestina dipaksa hidup dalam tekanan, mereka harus dilindungi oleh komunitas internasional. Semua orang berhak hidup dengan harga diri, kebebasan, dan dalam rasa aman. Kami berharap, sebuah tindakan nyata segera dilakukan," tutup pernyataan Kanoute.

Tak kurang legenda Manchester United, Eric Cantona, telah menulis surat kepada Presiden UEFA Michel Platini, soal keputusan UEFA tetap mendaulat Israel sebagai tuan rumah Euro U-21 2013.

"Rasialisme, hak asasi manusia, dan hukum internasional tentang pelanggaran tindak kekerasan setiap hari muncul di negara tersebut. Ini saat yang tepat mengakhiri kekebalan hukum Israel dan memaksa untuk melakukan standarisasi kesamaan hak, keadilan,  dan menghormati hukum internasional yang juga telah dilaksanakan oleh negara lainnya," sebut Eric The King, sebutan Cantona, dalam suratnya kepada Platini.

Asosiasi Sepak Bola Palestina mengklaim tugasnya sehari-hari telah dihambat dengan adanya operasi militer Israel. Presiden asosiasi itu, Jibril Rajoub, telah menulis surat kepada Platini, awal tahun ini, yang menyatakan perlakuan Israel terhadap para pesepak bola Palestina telah melanggar regulasi FIFA. Namun, sejauh ini Platini belum melakukan tindakan nyata menanggapinya.