Minggu, 02 Desember 2012

FC Minta PSSI Abaikan Dulu Kemungkinan Pelanggaran dari KPSI

Jakarta - PSSI untuk sementara takkan terus mempermasalahkan adanya dugaan pelanggaran dari KPSI. Pasalnya, AFC meminta PSSI untuk saat ini lebih fokus ke proses penyatuan sebagaimana kesepatan dalam rapat Joint Commitee (JC) yang tertuang di Memorandum of Understanding (MoU).

Sebelumnya, KPSI dinilai PSSI telah melakukan sejumlah pelanggaran, salah satunya dengan menggunakan logo PSSI di dalam kop surat KPSI.

Selain itu, KPSI dianggap juga telah melanggar kesepakatan dengan membentuk timnas tandingan dari kompetisi ISL. Bahkan di bagian dada jersey timnas bentukan KPSI terdapat logo Garuda yang sama seperti di timnas Indonesia.

Hal itu lantas membuat PSSI berencana meninjau ulang kesepakatan MoU dengan KPSI. Atas dugaan pelanggaran serupa, Ketum PSSI Djohar Arifin Husin pun bersiap melaporkan tindakan KPSI tersebut kepada Task Force, AFC dan FIFA.

Akan tetapi, AFC kemudian menyarankan agar PSSI untuk sementara waktu mengabaikan hal-hal tersebut demi fokus sepenuhnya ke proses penyatuan.

"AFC meminta sementara PSSI abaikan pelanggaran-pelanggaran itu karena proses penyatuan sedang berjalan," ungkap Sekjen PSSI Halim Mahfud di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Halim juga menyatakan bahwa PSSI untuk sementara ini juga tidak akan menempuh jalur hukum terhadap adanya dugaan-dugaan pelangaran tersebut. Namun, ia menegaskan kalau apa yang dilakukan KPSI tetap mereka catat sebagai pelanggaran.

"Kami tetap mencatatnya sebagai pelanggaran dan akan tercatat sampai kapanpun," tegasnya.



20 Klub IPL Dapat Paparan AFC Soal Klub Profesional

Jakarta - Jelang diberlakukannya aturan soal klub profesional mulai 2013, sebanyak 20 klub IPL dan Divisi Utama mendapat presentasi dari AFC terkait hal tersebut di Hotel Batavia, Jakarta.

Adalah Director Futsal and Club Competition Department Competitions Division, Stuart Ramalingam, yang mewakili AFC dalam acara tersebut. Dalam pemaparannya, mantan CEO Malaysia Super League itu memberikan penjelasan terkait syarat sebagai klub profesional.


Untuk mendapat label profesional, setiap klub disebutnya harus memenuhi lima aspek. Aspek-aspek tersebut adalah keolahragaan (pembinaan usia muda), Infrastruktur, Organisasi (personnel dan administrasi), legal, dan keuangan.


Kriteria-kriteria perlu untuk diketahui oleh klub peserta IPL karena akan mulai diberlakukan pada musim 2013.


"Saya presentasi bagaimana menjadi klub profesional. Tujuannya, supaya klub bisa masuk dan bermain di kompetisi level Asia. Apakah itu Asia Champions League atau AFC Cup," ujar Stuart.


Stuart berharap klub memahami syarat-syarat menjadi klub profesional tersebut. Dengan begitu, klub bisa berkaca diri. Jika ada yang belum memenuhi kriteria, bisa berbenah diri.


"Pedoman lisensi klub profesional ini agar menjadi acuan klub di Indonesia menjadi lebih baik," ujarnya.


Dalam pertemuan tersebut tak satupun klub asal kompetisi di bawah regulator PT Liga Indonesia yang hadir, baik itu dari ISL atau pun Divisi Utama. Sementara dari 20 klub yang hadir, 15 di antaranya dari IPL, minus Persijap Jepara.

Semen Padang Memutuskan Batal ke ISL

Jakarta - Dua bulan setelah menyatakan akan pindah ke Indonesian Super League (ISL) Semen Padang akhirnya memutuskan tidak jadi alias bertahan di Indonesian Premier League (IPL).

Semen Padang yang merupakan juara IPL musim lalu pada akhir September menyatakan bakal mengikuti ISL musim depan. Kala itu mereka beralasan, ISL dinilai jauh
lebih kompetitif dari segi kualitas profesional dan dukungan suporter ketimbang IPL.

Namun, hari ini diperoleh keterangan dari CEO PT. Kabau Sirah, Erizal, bahwa mereka mengurungkan rencana itu dan memilih tetap di kompetisi IPL


"Benar kita tidak jadi pindah ke kompetisi ISL. Keputusan ini kita ambil setelah kita mempertimbangkan berbagai macam persyaratan yang mereka ajukan kepada kami," ujar Erizal saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (30/11/2012).


Ia mengatakan, salah satu alasan utama Semen Padang membatalkan diri pindah ke ISL lantaran ISL meminta mereka untuk menarik pemain yang ada di timnas Indonesia.


"Kita tidak bisa menunggu terlalu lama keputusan dari PT Liga Indonesia. Selain itu, kami tidak bisa memenuhi keinginan mereka untuk menarik semua pemain yang ada di timnas. Karena kami tidak ingin melukai prinsip kami untuk menjaga komitmen dengan timnas," tegasnya.


Timnas Indonesia yang sedang mengikuti Piala AFF 2012 diisi oleh sejumlah pemain Semen Padang seperti Wahyu Wijiastanto, Vendry Mofu, Novan Setya dan Elie Aiboy.

Indonesia Tanpa Wakil di Liga Champions Asia 2013

Kuala Lumpur - Tak akan ada klub Indonesia yang berpartisipasi di Liga Champions Asia 2013, bahkan di babak play-off sekali pun. Indonesia cuma akan mengirimkan dua tim ke ajang Piala AFC.Tahun ini, Persipura Jayapura tampil di babak play-off. Tapi, karena kalah dari Adelaide United, tim Mutiara Hitam gagal melaju ke babak utama.

Tapi, untuk kompetisi yang sama di tahun depan, tak ada satu pun wakil Indonesia. Situs resmi AFC sudah mengonfirmasi hal tersebut pada hari ini.


AFC menjelaskan bahwa akan ada 32 tim yang berlaga di Liga Champions 2013. Tim-tim tersebut berasal dari sepuluh negara, dengan pembagian sebagai berikut:


Wilayah Timur:

- Jepang 4 (semua lolos langsung)
- Korea Selatan 4 (semua lolos langsung)
- China 4 (semua lolos langsung)
- Uzbekistan 1 (lolos langsung)
- Australia 1+ 1 (1 lolos langsung, 1 play-off)
- Thailand 1+1 (1 lolos langsung, 1 play-off)

Wilayah Barat:

- Arab Saudi 4 (semua lolos langsung)
- Qatar 4 (semua lolos langsung)
- Iran 3 +1 (3 lolos langsung, 1 play-off)
- Uni Emirat Arab 2+2 (2 lolos langsung, 2 play-off)
- Uzbekistan 1+1 (1 lolos langsung, 1 play-off)

Tahun depan, ada dua klub Indonesia yang berlaga di kompetisi antarklub Asia kasta kedua, Piala AFC. Semen Padang yang berstatus juara Indonesian Premier League (IPL) lolos langsung, sedangkan juara Piala Indonesia Persibo Bojonegoro lewat
play-off.

Menpora: Pemain dan Pelatih Harus Diapresiasi, Konflik Harus Diakhiri

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengomentari kekalahan dan kegagalan Indonesia di Piala AFF 2012. Ia meminta masyarakat tetap mengapresiasi pemain dan pelatih.

Indonesia kalah 0-2 dari Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (1/12/2012), di pertandingan terakhir Grup B, sehingga gagal lolos ke babak semifinal.

"Tentu saja kita berharap timnas kita menang. Tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Kita harus memberi apresiasi pada pemain dan pelatih yang telah berusaha sekuat tenaga membela Merah Putih," ujar Andi saat dihubungi detiksport malam ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegagalan kembali timnas untuk berprestasi tinggi di level internasional disebabkan oleh kekisruhan yang tak selesai-selesai.

"Inilah hasil konflik berkepanjangan dalam dunia sepakbola kita. Kita tidak bisa tampil full team. Kita hanya mengandalkan separuh kekuatan.

"Sudah saatnya semua pihak menyadari pepatah 'bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh' adalah benar adanya. Mari kita sungguh-sungguh meneguhkan komitmen untuk mengakhiri konflik yang merusak ini," imbuhnya.

Rekonsiliasi Sepakbola Harus dari Pemerintah, Presiden Kalau Perlu Turun Tangan

Jakarta - Kisruh sepakbola nasional dinilai sebagai penyebab Indonesia tak kunjung berprestasi. Rekonsiliasi dipandang masih bisa dilakukan asalkan pemerintah juga mau turun tangan termasuk presiden.

Seperti diketahui, sejak PSSI berganti era dari Nurdin Halid ke Djohar Arifin, polemik sepakbola ternyata tak berhenti. Alih-alih lebih baik, yang terjadi kemudian adalah kubu-kubuan. ISL dan IPL adu kuat, KPSI tandingi PSSI.

Imbas besarnya adalah pada tim nasional. KPSI menolak melepas pemain-pemainnya, pemain klub-klub ISL merasa tak punya banyak pilihan, PSSI pun dinilai tak berhasil melakukan akomodasi.

"Kegagalan ini semacam refleksi buat pengurus yang bertengkar terus, PSSI lawan KPSI. Ini adalah hasil dari yang kalian ributkan, sehingga pemain jadi sasaran, padahal mereka sama sekali tidak menyandang kesalahan," tutur pengamat sepakbola Budiarto Shambazy saat dihubungi detiksport Sabtu (1/12/2012) malam, setelah Indonesia tersingkir dan gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2012.

Ia mengkritik pemerintah yang abai dan terkesan mendiami konflik yang sudah berlangsung lama ini. Padahal, rekonsiliasi masih bisa dilakukan asalkan ada keinginan dan tindakan yang kuat dari pemerintah.

"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan juga KONI pusat masih pasif. Mereka tidak mau mendamaikan pihak-pihak yang bertikai di persepakbolaan kita," sambung pria yang biasa disapa Mas Baz itu.

Bahkan, tambahnya, presiden bisa turun tangan untuk segera menengahi situasi.

"Tentu saja bisa. Presiden perintahkan saja misalnya, untuk memberhentikan sementara kompetisi. Perintahkan Kapolri untuk tidak memberi izin pertandingan, sampai mereka yang bertikai mau berdamai dan mengurus sepakbola dengan baik. Simpel saja," cetusnya.

Opsi itu diyakini takkan dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap federasi, karena FIFA telah mengambil putusan yang mengakui PSSI dan menolak tim bentukan KPSI.

Tentang PSSI Mas Baz juga menolak isu akan adanya upaya pendongkelan terhadap Djohar Arifin dalam kongres bulan ini, walaupun yang bersangkutan dinilai memiliki banyak kelemahan selama memimpin organisasi.

"Saya berharap (kegagalan timnas di Piala AFF) ini tidak sampai didramatisir, lalu menjadikannya pintu masuk untuk menjatuhkan Djohar melalui Kongres Luar Biasa. Nggak baik yang nama dongkel-dongkelan. Itu menjadi preseden buruk. Nanti akan terus begitu. Tak perlu didongkel, tapi perkuat saja.

"Pak Djohar, akui saja leadership dia lemah. Saya mengusulkan dibentuk ketua harian yang kuat, yang mampu menjalani roda organisasi. Pak La Nyalla Mattalitti dan anggota EXCO lain yang statusnya sudah kembali ke PSSI, dirangkul lagi. Rekonsiliasi masih bisa kok," simpulnya.

Jumat, 30 November 2012

Malaysia Bertekad Lumat Indonesia


Pelatih timnas Malaysia, K Rajagobal.
TERKAIT
Kekalahan menyakitkan dengan skor 0-3 saat melawan Singapura di Grup B Piala AFF 2012, Minggu (28/11/2012), membuat Malaysia harus mati-matian di dua pertandingan berikutnya. Mereka pun bertekad melumat Laos dan Indonesia.

Malaysia akan melawan Laos pada Rabu (28/11/2012), dan melawan Indonesia pada Sabtu (1/12/2012).

"Saya tak pernah menyangka akan kalah sebesar itu. Saya kira kami memulai permainan dengan baik, tapi kemudian kecolongan dua gol mudah," sesal Pelatih Malaysia, K Rajagobal, seperti dilansir situs resmi Piala AFF.

"Kami bermain dengan semangat di babak kedua dan menekan mereka (Singapura). Tapi, kami gagal mencetak gol meski sudah mengerahkan energi dan membuat determinasi. Malahan kami kembali membuat kesalahan dan kebobolan untuk kali ketiga kalinya," lanjut Rajagobal.

Ia mengakui, tugas Malaysia menjadi lebih berat dengan kekalahan tersebut. Namun, itu harus dihadapi dan timnya harus tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan atas Laos dan Indonesia.

"Kami harus melakukannya dengan cara lebih berat lagi. Kami tak punya pilihan kecuali memenangi dua pertandingan berikutnya. Hasil itu (dikalahkan Singapura) sangat mengecewakan dan membuat frustrasi. Tapi, saya masih yakin (bisa lolos) meski harus berjuang keras," tutup Rajagobal.