Minggu, 02 Desember 2012

Pria China Bangun Kapal Antisipasi Kiamat 2012


detail berita
Kapal Milik Lu Zhenghai (Foto: RT)
BEIJING - Seorang pria di China baru-baru ini dikabarkan tengah membangun sebuah kapal untuk mengantisipasi kiamat suku Maya, yang diyakini terjadi pada 21 Desember 2012.

Dilansir Digitalspy, Sabtu (1/12/2012), pria ini bernama Lu Zhenghai dari wilayah barat laut China. Ia diketahui telah menghabiskan dana sebesar USD160 ribu (sekira Rp1,536 miliar) untuk menciptakan perahu yang mirip dengan bahtera atau kapal nabi Nuh.

Tampaknya, rumor kiamat 2012 ini telah lama diyakini Lu. Oleh karena itu, pria asal negeri Tirai Bambu ini mulai membangun kapal dengan panjang 65 kaki sejak 2010. Ketika itu, Lu merasa takut bahwa banjir hari kiamat yang disebut-sebut itu akan mengancam kelangsungan hidup keluarganya.

Lu mengatakan pada China News Service, yang ditranslasi oleh The Huffington Post, mengungkap dirinya telah mengeluarkan seluruh tabungan dan menginvestasikan sejumlah besar biaya untuk konstruksi kapal tersebut. "Saat waktu (kiamat) itu tiba, semua orang bisa berlindung di dalamnya," ungkap Lu.

Kabarnya, pengerjaan kapal besar buatannya itu mengalami kendala, sehingga tidak dapat rampung sesuai harapan. Ini disebabkan karena kurangnya dana yang diperlukan untuk membuat perahu tersebut.

Digitalspy menuliskan, ada banyak orang percaya terkait peristiwa kiamat dunia yang terjadi pada 21 Desember 2012. Menurut suku Maya, tanggal ini menandakan berakhirnya siklus kalender.

Banyak informasi yang telah dipublikasikan, yang berusaha untuk meyakinkan orang bahwa kiamat di 2012 adalah sebuah rumor yang tidak akan terjadi. Kendati demikian, Lu berpikir tentang apa yang mungkin bisa dilakukannya dengan kapal miliknya tersebut.

Lu berharap kapal itu dapat menarik wisatawan yang ingin bertamasya. Selain itu, kapal tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai kapal feri.

Yuk Intip Formasi Bintang lewat Browser Anda!


detail berita
capture
Menemukan letak bintang yang berada di jagat alam ini sungguh sulit, belum lagi bagi Anda yang hidup di kota besar yang kerap terhalang polusi cahaya dan sulit melihat formasi tersebut. Sejumlah cara pun dilakukan, salah satunya dengan menggunakan  teleskop super canggih agar dapat melihat formasi dari 200 miliar bintang.

Kini, Anda tak perlu sulit lagi untuk melihat bintang di langit, pasalnya dengan layanan terbaru besutan Google, menangkap setiap detil dari galaksi Bima Sakti cukup menggunakan aplikasi browser (permaban) di komputer Anda.

Meski memiliki pengalaman yang berbeda ketika Anda berburu langsung menggunakan teleskop, dengan dukungan foto-foto dan data dari berbagai sumber termasuk NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA), Anda dapat melihat lokasi-lokasi bintang terdekat dengan pusat tata surya, Matahari.

Caranya, Anda dapat menggunakan Google Chrome atau Chorme Experiment terbaru yang disebut 100,000 Stars. Dengan layanan terbaru itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dapat memvisualisasikan bintang-bintang di luar angkasa.

Saat mengunjungi layanan itu, Anda dapat menggunakan mouse atau trackpad untuk melakukan zoom in dan zoom out saat berpetualang di galaksi. Saat melakukan zooming, Anda akan memperoleh informasi terkait nama-nama dari bintang tersebut, dan nampaknya layanan ini dapat digunakan Anda para orang tua untuk mengedukasi buah hati Anda untuk lebih mengenal jagat alam raya ini.

Dalam 100,000 Stars, Anda juga dapat menggunakan menu tur yang terdapat pada kiri atas layar untuk melakukan perjalanan singkat ke beberapa tempat paling persektif di galaksi.

Melalui keterangan yang diterima Okezone, Chrome Experiment ini memanfaatkan dukungan Google Chrome untuk WebGL, CSS3D, dan Web Audio. Musik diciptakan oleh SamHulick, yang tidak asing lagi bagi penggemar video game sebagai komposer untuk seri petualangan luar angkasa populer, Mass Effect.

Abbas Disambut Bak Pahlawan di Palestina


Warga Palestina merayakan keanggotaan di PBB (Foto: AFP)
RAMALLAH  - Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali ke Tepi Barat setelah berhasil mendapatkan pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai negara pemantau non-anggota. Abbas mendapatkan sambutan bak pahlawan dari warganya.

"Iya, kini kita memiliki negara. Palestina berhasil menorehkan raihan bersejarah di PBB," ujar Abbas, seperti dikutip AFP, Senin (3/12/2012).

"Dunia dengan lantang mengatakan. Iya untuk negara Palestina, iya untuk kebebasan Palestina, iya untuk kemerdekaan Palestina. Tidak untuk agresi, tidak untuk pemukiman dan tidak untuk pendudukan," tutur Abbas.

Abbas bersumpah, kini tugas pertama yang akan dilakukannya adalah mempersatukan Palestina dan melanjutkan proses rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah. "Kami akan mempelajari upaya untuk memperoleh rekonsiliasi. Rakyat ingin mengakhirnya perpecahan ini," tegasnya.

Sementara di Gaza, petingga Hamas Salah Bardawil mengatakan, kelompoknya mendesak dilakukan pertemuan untuk membicarakan rekonsiliasi.

"Kami tertarik untuk meraih rekonsiliasi dan Hamas telah memberikan beberapa inisiatif positif untuk melindungi kesatuan Palestina," tutur juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri.

Kepulangan Abbas menandakan kemenangan dari Abbas yang tahun lalu juga mengupayakan keanggotaan penuh di Palestina namun gagal. Proses keanggotaan penuh itu terganjal di Dewan Keamanan PBB, dimana Amerika Serikat (AS) melakukan veto atas upaya Palestina

Boediono: Soal Teknologi Indonesia Patut Contoh Jepang



detail berita

BANDUNG - Wakil Presiden RI, Boediono, menutup Indonesia-Japan Innovation Convention (IJIC) 2012 di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Minggu (2/12/2012).

Mengenakan batik lengan panjang warna cokelat, Boediono mengatakan IJIC 2012 yang digelar sejak 30 November ini sebagai konvensi sangat strategis.

Sebab, acara ini diikuti oleh para pakar ilmu pengetahuan dan teknologi, pengusaha, akademisi, dan pemerintah RI maupun Jepang. Tiga unsur ini disebut juga triple helix.

Boediono berharap, para pebisnis dan pakar yang kompeten di bidang inovasi dan teknologi ini makin menciptakan kemaslahatan khususnya bagi dua negara, Indonesia dan Jepang.

Menurutnya, Jepang merupakan salah satu negara paling maju di bidang inovasi. "Jepang unggul di bidang teknologi inovasi, patut jadi contoh di Indonesia," kata Boediono, yang menjadi pembicara utama IJIC 2012.

Lanjut mantan Gubernur BI ini, berdasarkan konsensus saat ini kemajuan suatu bangsa tidak mungkin terwujud tanpa inovasi. "Inovasi menjadi determinan kemajuan bangsa," katanya.

Untuk itu, kata Boediono, pemerintah RI sangat mendukung IJIC 2012 sebagi upaya membangun diskusi hingga membentuk kerja sama yang lebih konkret lagi antar dua negara ini.

Sebelumnya, Wapres Boediono tiba di Gedung Sabuga tempat dihelatnya IJIC 2012 sekira pukul 09.10 WIB. Dia diiringi rombongan maupun penyambut di antaranya Dubes Jepang untuk Indonesia, Ketua Dewan Penasehat IJIC 2012, Ketua Asososiasi Jepang-Indonesia Yasua Fukuda, Ketua Dewan Penasehat Hubungan Indonesia-Jepang Ginanjar Kartasasmita, Rektor ITB Akhmaloka, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang Rahmat Gobel dan tokoh lainnya.

2013, Astronot Jepang Akan Dapat Asisten Robot


detail berita
Sketsa robot (Foto: Gizmag)
TOKYO - Sebuah robot humanoid kecil akan dikirim ke International Japanese Experiment Module "Kibo" untuk berkomunikasi dengan astronot yang berada di sana.


Dikutip dari Gizmag, Minggu (2/12/2012), robot akan dibekali kemampuan pengenal suara dan sejumlah pengolahan bahasa yang dikembangkan oleh Toyota, selain itu robot ini juga dapat mengirim pesan Twitter dan suara dari Bumi ke astronot Jepang Koichi Wakata. 

Robot sedang dirancang oleh Tomataka Takahashi, hal ini terungkap melalui konsep sketsa yang dirilis pada 29 November lalu. Diketahui, Takahashi mendirikan ROBO-GARAGE dan secara pribadi telah berhasil membangung lusinan robot, termasuk beberapa karyanya yang dibuat untuk Panasonic.

Robot ISS ini akan mengalami sejumlah modifikasi, Robi - nama robot,  akan dilengkapi dengan kamera dan perangkat lunak yang dapat mengenali wajah Wakata - Robi juga akan menggunakan kamera tersebut untuk mengambil sejumlah foto dan dikicaukannya ke Bumi. 

Sementara, proyek yang diselenggarakan oleh biro iklan Dentsu Ic. dan tim penelitian dari Universitas Tokyo diharapkan dapat memberi jawaban untuk menguraing stres yang kerap dialami para astronot saat berada di stasiun dalam waktu yang lama. 

Saat ini, tim memperoleh sejumlah nama yang diajukan untuk robot ini, dan diharapkan proyeknya tersebut dapat rampung pada Februari 2013.

Teleskop Ringkus Gambar Lahirnya Planet Baru



detail berita
UX Tauri A (Foto: NASA)

CALIFORNIA - Teleskop Subaru di Hawaii berhasil mengambil gambar yang mengungkap fenomena pengumpulan debu di sekitar bintang jauh. Para ilmuwan menduga, gambar tersebut dapat menjadi representasi dari proses pembentukan sebuah planet baru.

Dilansir dari Space, Minggu (2/12/2012), Teleskop Subaru mendeteksi pembentukan gas dan debu berputar-putar. UX Tauri A seperti bintang muda berusia satu juta tahun dan terletak di rasi Taurus, sekira 450 tahun cahaya dari Bumi.

Partikel-partikel yang mengelilingi bintang telah terlihat tidak berbentuk bulat dan menunjukan timbal balik yang mengindikasikan akan melahirkan sebuah planet baru. 

Meskipun UX Tauri A masih muda, namun penelitian sebelumnya menunjukan bahwa lahirnya planet baru di daerah tersebut kemungkinkan besar akan terjadi. Diketahui, pada 2007, NASA Spitzer Space Telescope mendeteksi cekungan raksasa di protoplanet yang mengelilingi bintang. Penemuan ini pun mengungkap terbentuknya planet lain.

Peneliti Temukan Es di Planet Merkurius


detail berita
Foto: NASA
CALIFORNIA - Pesawat luar angkasa Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) Messenger mengofirmasi temuan es yang pada planet Merkurius. Es sendiri ditemukan di daerah yang tidak memiliki kontak langsung dengan Matahari.

Posisi ditemukannya es tersebut dipercaya sebagai wilayah Merkurius yang memiliki air, mengingat suhu ekstrim yang tercatat diplanet yang dekat dengan matahari itu dapat mencapai 427 derajat Celcius. Demikian dilansir dari Space, Senin (3/12/2012).

Sejumlah tanggapan mengenai planet Merkurius yang memiliki es hingga kini belum terbukti. Namun, penemuan baru ini sangat menentukan NASA untuk merencanakan pengamatan lebih lanjut di daerah penemuan es tersebut. Dan direncanakan NASA Messenger akan melakukan penelitian lebih lanjut pada 2014 - 2015.

Seorang peneliti NASA di Goddard Space Flight Center di Maryland Gregory Neumann mengatakan, "Ada kampanye, ketika pesawat ruang angkasa memperoleh izin untuk mengamati lebih jauh ke utara,"

Anggapan mengenai kandungan air di planet Merkurius telah diperbincangkan lebih dari dua dekade. Setidaknya terdapat dua peristiwa besar yakni pada 1991 dan 1999 yang menemukan tanda-tanda es.

Namun, penelitian tersebut memerlukan teknik lebih canggih. Dengan NASA Messenger yang dikirimkan ke Merkurius pada 2011, nampaknya menunjukan bahwa planet yang dekat dengan Matahari itu memang memiliki kandung air.
Dalam pengamatannya, Messenger menggunakan laser dan ditembakkan ke permukaan Merkurius untuk menyelidiki polanya. Sayangnya laser terlalu lemah dan hanya mampu membedakan daerah es terang dari kegelapan di sekitar regolith Merkurius. 

"Jadi, apa yang Anda lihat merupakan fakta bahwa es tidak dapat bertahan di lokasi tersebut karena lonjakan suhu," jelas Neumann. 

Selain mengungkap adanya es di planet Merkurius, para peneliti juga berhasil mengungkap materi organik, saat ini para peneliti masih melakukan penelitian mengenai kemungkinan adanya organisme hidup, atau bahkan kehidupan di planet tersebut. Tetapi, Neumann mengatakan, kurva temperatur awal dapat menunjukan bahan organik seperti asam amino.