Selasa, 04 Desember 2012

Gagal di AFF Cup, Masa Depan Nilmaizar Aman


Nil Maizar (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA – Kegagalan di ajang AFF Cup 2012, tak membuat posisi pelatih tim nasional (Timnas) Nilmaizar bakal tergusur. Bahkan, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengisyaratkan ingin mempertahankan mantan mantan pelatih Semen Padang.

PSSI sendiri baru akan mengevaluasi kinerja Timnas minggu depan, tapi pada gelagatnya PSSI memberi isyarat untuk mempertahankan Nil sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga pergelaran kualifikasi Piala Asia.

"Kami belum membicarakan soal ada pergantian posisi Nil. Kami akan melakukan evaluasi Timnas Minggu depan karena akan konsentrasi menghadapi kualifikasi Piala Asia tahun depan,” ucap Koordinator Timnas, Bob Hippy, Senin (3/12/2012).

Bob juga menganggap gagalnya Timnas di Piala AFF lalu tidak sepenuhnya salah sang pelatih ataupun pemain. Baginya, waktu dari persiapan tim sendiri yang kurang cukup dan keterbatasan para pemain disebutnya sebagai salah satu faktor utama.

"Waktunya mepet, pemain kami pun terbatas. Pemain naturalisasi juga tidak cukup waktu untuk beradaptasi. Selain itu, jam terbang dari kompetisi juga masih kurang,” lanjut Bob.

Selain itu, dia meminta Andik Vermansah dkk tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, Timnas masih bisa menunjukkan penampilan lebih baik di ajang berikutnya. “Bagaimana caranya persiapan kami lebih matang. Jangan pikirkan hasilnya dulu. Saya berharap pemain mampu tampil lebih baik,” simpul Bob.

Indonesia akan memulai petualangan di ajang Kualifikasi Piala Asia 2015, Timnas Garuda tergabung di Grup C bersama Irak, Arab Saudi, dan China. Indonesia akan melakoni laga Perdana pada 6 Februari 2013 di markas Irak.

Kubu KPSI Jawab Imbauan Menpora Soal Timnas



Joko Driyono (Foto: Okezone)

JAKARTA – PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mengaku mengadakan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng Selasa pagi tadi. Pihak KPSI, yang diwakili oleh Joko Driyono dan Hinca Pandjaitan, bertemu Menpora untuk menjelaskan alasan mengapa PSSI versi KPSI menolak imbauan untuk melepas para pemain timnas yang berlaga di ISL, kompetisi di bawah kendali KPSI.

Dalam pertemuan itu, menurut Joko, Menpora meminta agar pembentukan timnas harus sesuai dengan kesepakatan Mou, yakni timnas di bawah kendali Joint Committee (JC).Menurutnya, Menpora juga sudah menyampaikan kepada para pihak guna menyelesaikan masalah ini dalam kerangka MoU. JC beranggotakan delapan orang. Empat anggota dari kubu PSSI dan empat dari KPSI.

KPSI melarang para pemain ISL untuk bergabung di timnas Indonesia karena menganggap lembaga pimpinan Djohar Arifin itu menyalahi MoU dalam pembentukan timnas. Menurut kubu KPSI, amanat MoU bahwa JC bisa mengharmonisasi timnas berarti JC yang seharusnya mengendalikan Timnas. Sementara itu, PSSI beranggapan lain. Kata “Harmonisasi” menurut PSSI berarti JC turun tangan bila ada masalah dengan klub dalam pemanggilan pemain.

Selain bertemu menteri, pihak KPSI juga melakukan balasan surat imbauan Menpora yang meminta pemain ISL agar bergabung dengan Timnas proyeksi Piala AFF 2012.

"Sudah sejak awal saya bilang. Jika memang Timnas dipersiapkan dengan di bawah kendali JC, maka tidak ada masalah bagi kami. Yang selama ini terjadi kan Djohar cs hanya melakukan persiapan Timnas asyik sendiri. Selama sesuai dengan kesepakatan Mou, maka kami akan izinkan pemain ISL untuk bergabung dengan Timnas demi kepentingan bangsa dan negara," ujar La Nyalla Mahmud Mattalitti ketua umum PSSI versi KPSI, dalam rilis yang diterima Okezone.

Masih kata La Nyalla, ini bukan hanya bicara soal nasionalisme maupun kecintaan kepada tanah air, namun Timnas saat ini adalah Timnas yang harus patuh dengan Mou yang sudah disepakati. "Oleh karena itu harus taat pada aturan dan Mou."

Anggota JC dari KPSI, Hinca Pandjaitan menambahkan, untuk itu, dalam waktu dekat ini, JC akan kembali menjalankan fungsinya dengan menggelar pertemuan untuk segera menjalankan himbauan Menpora yang meminta Timnas di bawah kendali JC.

"Dengan waktu yang sangat singkat ini, maka JC harus segera cepat melakukan pertemuan dengan kondisi apa pun. Karena untuk kepentingan bangsa dan negara ini, Timnas harus Timnas yang terbaik. Yang membuat kami mau melepas pemain ISL itu karena pemikiran dan konsep yang berada di kami ternyata satu pikiran dengan Menpora. Menpora juga sangat paham betul dengan fungsi JC pasca Mou ditandatangani. Jadi JC harus segera kumpul demi Timnas," terangnya.

Hinca pun mengklaim bahwa Menpora sepakat dengan keinginan pihak KPSI agar Nil Maizar dan Alfred Riedl melakukan pertemuan untuk mediasi. Namun, dia membantah itu sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap Timnas.

"Selain itu, Menpora juga sepakat Nil Maizar dan Alfred Riedl bisa melakukan mediasi dan pertemuan untuk membicarakan komposisi pemain. Waktu sudah sangat dekat, kita berdoa semoga pihak-pihak bisa mematuhi isi MoU dan imbauan Menpora di mana Timnas harus di bawah kendali JC,"ujar Hinca. Hinca menambahkan, teknis pemanggilan pemain ISL segera akan disiapkan dan diinstruksi kepada klub-klub ISL. "Namun, setelah pertemuan JC dilaksanakan. Teknis masuknya pemain ISL baru dilakukan setelah JC melakukan pertemuan sesegera mungkin," tandasnya.

Sekadar diketahui, pada rapat JC terakhir pada 22 Oktober, KPSI yang telah menunjuk La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI dengan menggelar KLB di Ancol pada 18 Maret, bersikukuh untuk menjadikan Alfred Riedl sebagai pelatih Timnas.

Alasannya, Riedl dianggap pelatih yang memiliki kemampuan lebih baik dari pelatih timnas saat ini, Nil Maizar. Keinginan itu ditolak oleh kubu PSSI pimpinan Djohar Arifin dengan alasan bisa mengganggu persiapan tim karena ajang AFF 2012 sudah sangat dekat.PSSI sempat menawarkan posisi direktur teknik timnas untuk Riedl, namun kubu KPSI menolak karena Riedl harga mati untuk melepas para pemain ISL ke Timnas Indonesia.
 

Lepas Pemain ke Timnas, Persib Tunggu Keputusan KPSI


BANDUNG – Masalah yang dihadapi timnas Indonesia jelang diputarnya Piala AFF 2012, seolah tidak berujung. Tanda-tanda para pemain Indonesia Super League (ISL), bergabung dalam tim nasional (timnas) bentukan PSSI masih tampaknya masih belum bisa terwujud.

Hal itu terungkap saat manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengakui belum ada kepastian dari pihak KPSI dalam memberikan izin pemainnya ke timnas. “Saya sudah menelepon Joko Driyono, belum ada kabar pemain sudah diperbolehkan bergabung ke timnas,” kata Umuh.

Joko sendiri merupakan anggota Joint Committee (JC) dari pihak Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).Seperti diketahui, tercatat ada dua nama pemain Persib yang didaftarkan ke AFF yaitu Firman Utina dan I Made Wirawan. Kedua pemain yang didaftarkan PSSI kepada AFF belum mendapatkan izin dari KPSI.

Sebelumnya, anggota JC dari KPSI lainnya, Hinca Panjaitan, mengungkapkan untuk melepas pemain ISL dalam pertemuan dengan Menpora Andi Mallarangeng.Umuh menambahkan, ketimbang masalah pemain timnas tak selesai-selesai, dirinya menyarankan agar dilakukan pertandingan antara pemain yang memperkuat ISL dan IPL.

“Saya pribadi menyarankan tidak usah lihat legal atau ilegalnya kompetisi. Kalau mau cepat damai tandingkan saja pemain ISL dan IPL untuk pembentukan timnas,” pungkasnya.

Timnas Garuda Wajib Bangkit




Timnas Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kegagalan di AFF Suzuki Cup 2012, wajib segera dilupakan tim nasional (timnas) Indonesia. Timnas Garuda wajib segera bersiap bangkit, mengikuti perjalanan berat di babak kualifikasi Piala Asia 2015, Australia.

Hasil menyakitkan memang baru saja dirasakan skuad asuhan Nilmaizar, diajang Piala AFF 2012. Dipermalukan Malaysia, 2-0, (1/12), pada laga pamungkas Grup B, timnas Garuda tidak mampu memastikan satu tempat di babak semifinal. Hasil ini pun jauh lebih buruk dari apa yang diraih timnas Garuda dua tahun silam.

Akan tetapi, kegagalan tersebut tidak boleh terus membanyangi timnas Garuda. Karena pada babak kualifikasi Piala Asia nanti, timnas Garuda tergabung dalam grup berat. Bersama Arab Saudi, Irak, dan Cina di Grup C. Melihat lawan-lawan yang dihadapi timnas Garuda nantinya, tentu tidak bisa dibilang mudah. Ketiga negara tersebut, memiliki level permainan yang lebih tinggi dari timnas Indonesia.

Melihat lawan-lawan yang dihadapi timnas Garuda adalah negara-negara yang memiliki kualitas terbaik di Asia, persiapan matang pun wajib dilakukan. Akan tetapi, tidak hanya persiapan matang yang harus dilakukan, tapi bagaimana caranya para pengurus bisa bersatu agar pemain-pemain yang berlaga di Piala Asia diikuti oleh pemain-pemain terbaik yang dimiliki Indonesia.

"Persiapannya kemungkinan akan dimulai pada Januari 2013. Tapi ini jadi rencana kami sebelumnya, ketika kami menghitung-hitung timnas bisa melaju ke babak semifinal Piala AFF. Tapi dengan kondisi seperti sekarang ini, bisa saja persiapannya lebih maju," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz.

Dari jadwal yang ada, timnas Garuda langsung mendapatkan cobaan besar pada laga perdana. Dijamu tuan rumah Irak pada 6 Februari 2013, jadi rintangan pertama yang harus dilalui. Setelah melawat ke Irak, menjamu Arab Saudi dan China jadi agenda selanjutnya yang akan dijalani timnas Garuda pada 22 Maret dan 15 Oktober 2013.

Pada 15 November 2013, giliran China yang menjamu timnas Garuda. Adapun pada laga selanjutnya, setelah sebelumnya dijamu Irak, kali ini Lions of Mesopotamia, julukan timnas Irak, balik dijamu timnas Garuda pada 19 November 2013. Laga terakhir babak kualifikasi Piala Asia 2015, timnas Garuda akan menghadapi Arab Saudi satu tahun berselang, tepatnya pada 5 Maret 2014.

"Programnya seperti apa untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia? Kami melanjutkan program meningkat. Bentuknya bisa dalam bentuk uji coba atau lain-lainnya. Yang pasti untuk pola latihan, akan terus dilakukan," papar Halim, yang menggantikan posisi Tri Goestoro sebagai Sekjen PSSI.

Untuk saat ini, para pemain yang tergabung dalam timnas Garuda di Piala AFF, semuanya dipulangkan ke kediamannya masing-masing. Setelah ada evaluasi atas kinerja timnas di Piala AFF, besar kemungkinan pemusatan latihan jelang keikutsertaan timnas Garuda di Piala Asia akan kembali membuat para pemain kembali berkonsentrasi.

"Sejauh ini kami masih menunggu evaluasi dari PSSI soal kinerja kami di Piala AFF. Lanjut atau tidak, itu haknya PSSI. Saya sebagai warga negara, hanya bisa mengikuti semua yang ada dan taat akan tugas negara. Yang pasti untuk saat ini, saya masih menunggu pemanggilan dari PSSI," jelas Nil.

Sementara itu Taufiq, gelandang yang selama ini mengisi lini tengah timnas Garuda menjelaskan, jika dirinya memilih untuk berkonsentrasi dengan klub terlebih dahulu. Tapi gelandang Persebaya Surabaya ini tetap mengaku siap, jika tim pelatih atau manajemen timnas Indonesia kembali memercayakan dirinya untuk kembali bergabung.

"Saat ini saya coba fokus dulu dengan klub. Mengurus semua-semua yang selama ini terbengkalai. Kalau memang nanti, panggilan itu datang lagi saya pasti siap membela bangsa dan negara," tutur Taufiq.

Jadwal pertandingan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C:

6 Februari 2013:       Irak vs Indonesia
22 Maret 2013:          Indonesia vs Arab Saudi
15 Oktober 2013:      Indonesia vs China
15 November 2013: China vs Indonesia
19 November 2013: Indonesia vs Irak
5 Maret 2014:            Arab Saudi vs Indonesia
 

PSSI Undang Perserta Kongres Solo dengan Syarat



PSSI / IST

JAKARTA - PSSI mulai bersiap jelang kongres di Palangkaraya, 10 Desember, mendatang. Akan tetapi yang jadi permasalahan saat ini, siapa pemilik suara yang akan diikutsertakan masih dalam perdebatan.

Kongres ini sendiri digelar, sebenarnya telah disepakati dalam MoU antara PSSI, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), dan PT Liga Indonesia (Liga) yang diprakarsai oleh AFC dalam Task Force (TF). Permintaan kongres diakhir tahun, adalah salah satu butir yang harus dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Tapi menurut PSSI, sampai saat ini mereka belum mendapatkan kejelasan dari AFC dan FIFA terkait peserta kongres. Dengan tidak ada kepastian tersebut, PSSI akhirnya memutuskan untuk berpatokan pada isi MoU. Dimana pada isi MoU yang ada, peserta kongres akan diikuti oleh para peserta yang juga ambil bagian dalam Kongres Luar Biasa (KLB), Solo, Juli 2011.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, sendiri menjelaskan, jika saat ini ada dua voter atau pemilik suara. Voter pertama dalam KLB, Solo, di mana pada akhirnya Djohar Arifin Husin terpilih sebagai Ketua Umum (ketum) PSSI. Adapun voter kedua, adalah mereka-mereka yang ambil bagian dalam kongres biasa juga di Palangkaraya, 18 Maret silam.

"Kami akan mengundang peserta kongres Solo. Itu berdasarkan MoU. Tapi sebenarnya, mengenai pemilik suara ada dua. Satu berdasarkan statuta dan satu lahi berdasarkan MoU yang sudah disepakati," ungkap Halim.

"Akan tetapi yang jadi permasalahan disini adalah, kedua voter tersebut sangat bertentangan sebenarnya. Kalau kami menyertakan peserta kongres berdasarkan MoU atau peserta di kongres Solo, sama saja kami melanggar statuta," sambungnya.

Halim pun menambahkan, jika pada akhirnya PSSI mengundang peserta dalam kongres Solo, akan dituliskan beberapa catatan. Adapun catatan-catatan yang dimaksud pria yang biasa disapa Gus Iim ini, nantinya akan disampaikan atau dijelaskan langsung kepada FIFA dan AFC. Hal ini untuk menghindari anggapan PSSi melanggar statuta.

"Jika ada tuduhan kami melanggar statuta, maka kami siap menunjukkan surat yang pernah kami kirim ke mereka (FIFA dan AFC). Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena kami juga sudah berkali-kali bertanya kepada mereka, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban." tandas Halim.

Ada yang Tidak Beres dengan Barca Musim Lalu



Lionel Messi (Foto: Reuters)
Lionel Messi (Foto: Reuters)
BARCELONA - Lionel Messi ternyata masih kecewa dengan performa Barcelona musim lalu. Dia menilai, kegagalan Barca berjaya di musim lalu karena ada sesuatu yang tidak beres dalam tim.

Musim lalu menjadi akhir dari kejayaan Barcelona yang dalam beberapa musim sebelumnya jadi penguasa baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Musim lalu, Barca harus kehilangan titel La Liga dan Liga Champions.

Satu-satunya trofi yang bisa diboyong Messi dkk hanyalah Copa del Rey, yang notabene ajang kelas dua di Spanyol.

“Saya tidak tahu apa yang salah dengan kami di musim lalu. Tapi, kami akan mencoba yang terbaik untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi dan kini kami masih lapar akan gelar juara,” tandasnya.

Di musim ini, Barca mulai kembali menunjukkan sinyalnya sebagai tim terbaik dunia. Di bawah arahan pelatih anyar, Tito Vilanova, Barca sementara nyaman di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan 11 poin dari rival abadinya Barcelona. Lebih hebat lagi, dari 14 laga yang telah dilakoni, Blaugrana belum sekalipun menelan kekalahan.

Meninggalnya Mendieta: Pasoepati Desak PSSI & KPSI Dibubarkan



Pasoepati gelar aksi prihatin atas meninggalnya Diego Mandieta (foto:Bramantyo)

SOLO – Aksi keprihatinan atas meninggalnya pemain Persis Solo, Diego Mendieta digelar oleh para Pasoepati, Selasa (4/12/2012). Dari pantauan Okezone, sekitar 200 Pasoepati menggunakan pakaian serba hitam, menggelar aksi long march dari markas Persis Solo yang terletak di Komplek Stadion Sriwedari hingga Bunderan Gladak, Solo, Jawa Tengah yang berjarak kurang lebih 3 KM.

Sepanjang aksi long march, para suporter Pasoepati ini membentangkan spanduk bertuliskan 'Meninggalnya Diego Pelanggaran HAM Berat Internasional' dan 'Bubarkan KPSI dan PSSI kalau tidak mau bersatu'.

Tak hanya itu, sepanjang aksi long march, para suporter Pasoepati ini meneriakkan 'Bubarkan KPSI dan PSSI'. Salah satu peserta aksi, Sentot mengatakan aksi ini sebagai wujud keprihatinan mendalam terhadap meninggalnya Mendieta.

"Kami berduka atas meninggalnya Diego. Bukan karena dia berada di Persis Solo. Tapi Diego meninggal karena konflik yang terjadi di dalam tubuh PSSI sehingga membuat para pemain seperti Diego tidak terurus," jelasnya kepada Okezone, di Bundaran Gladak, Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/12/2012).

Mendieta meninggal akibat terserang virus Cytomegalovirus hingga ke otak. Hingga saat ini jenazah pemain asing asal Paraguay masih berada di rumah sakit. Tidak ada kejelasan kapan jenazah Mandieta dibawa keluar dari rumah sakit.

Meskipun Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, telah menegaskan akan menanggung biaya perawatan dan peti jenazah Diego Mendeita, namun hingga saat ini belum jelas apakah jenazah akan dikirim ke tanah airnya di Paraguay atau akan dimakamkan di Indonesia.

Salah satu rekan Mendieta yang berasal dari Paraguay, Alejandro Tobar tampak melayat jenazah. Beberapa rekan Mendieta semasa di Persis Solo juga terlihat mendatangi kamar jenazah.