Selasa, 04 Desember 2012

Jika Pep Dipecat Roman, Siapa Lagi yang Akan Dipilih?"



Josep Guardiola diinginkan Roman Abramovich untuk jadi arsitek Chelsea musim depan/Daylife

LONDON – Mantan asisten pelatih Chelsea Ray Wilkins melontarkan pendapat menarik seputar pemilihan pelatih yang tengah mendera mantan klubnya tersebut. Menurutnya, bagaimana jika musim depan Pep Guardiola jadi datang tapi akhirnya tetap dipecat Roman Abramovich?

Pertanyaan bernada retoris ini intinya ingin menggaris bawahi bahwa kebiasaan Abramovich gonta-ganti pelatih justru bisa jadi bumerang bagi The Blues. Wilkins mengingatkan Chelsea pada akhirnya akan kesulitan mendapatkan pelatih top yang masih tersedia.

Wilkins diangkat menjadi asisten pelatih pada 2008 silam di era kepelatihan Luiz Felipe Scolari. Dia lantas diberhentikan oleh Abramovich pada November 2010 ketika bekerja sama dengan Carlo Ancelotti. Ironisnya, Don Carletto juga dipecat di akhir musim tersebut.

Daripada memboyong Pep, Wilkins secara radikal lantas menyodorkan nama Gustavo Poyet. Poyet merupakan eks gelandang The Blues yang kini melatih Brighton.

“Dia kehabisan pilihan, jika kelak Guardiola datang dan akhirnya juga dipecat, siapa lagi yang akan dipilih?” kata Wilkins seperti dikutip dari BBC.

“Jose (Mourinho) mungkin takkan kembali. Gus Poyet akan jadi opsi yang bagus, dia bersinar di Brighton dan seorang legenda di Stamford Bridge,” ujar Wilkins.

“Itu jadi skenario yang menarik. Pilihan memang bukannya semakin banyak, melainkan semakin sedikit,” ujar pria berusia 56 tahun tersebut.

Rodgers: Dukung Gerrard!



Steven Gerrard (biru).(foto:Reuters)
Steven Gerrard (biru).(foto:Reuters)
LIVERPOOL- Pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengingatkan kepada anak-anak asuhnya agar selalu mendukung kapten Steven Gerrard. Pemain berusia 32 tahun itu baru mencetak satu gol dari 13 penampilannya di Premier League sejauh ini. Dan Gerrard juga berusaha konsisten dalam setiap laga yang dimainkan.

Namun Rodgers juga merasa beban yang diemban Steven Gerrard cukup berat dan mengingatkan kepada anak asuhnya yang lain agar perlu berbuat lebih banyak lagi untuk tim.

“Steven Gerrard bermain sangat luar biasa saat menghadapi Tottenham Hotspurs. Gerrard telah bersama tim ini hampir 13 tahun dan sudah waktunya dia (Gerrard) memimpin tim ini,” kata Rodgers seperti dilansir Soccerway

“Dia (Gerrard) pemain yang brilian sejak saya tiba di sini. Insipirasinya dan kepemimpinannya sangat fenomenal,” ujar Rodgers.

Sejauh ini Gerrard merupakan pemain yang paling konsisten. Penampilannya di tiap laga sungguh membuat contoh yang baik kepada para pemain muda di Liverpool. Dukungan yang diberikan untuk Gerrard pastinya akan berdampak positif bagi tim.

Rodgers: Liverpool Mulai Bangkit



Brendan Rodgers - Pelatih Liverpool (Foto: ist)

LIVERPOOL – Kemenangan 1-0 yang diraih Liverpool saat menjamu Southampton akhir pekan lalu, membuat sang pelatih, Brendan Rodgers kian semringah dan menyebut bahwa momen tersebut adalah awal dari kebangkitan Liverpool musim ini.

The Kop berhasil meraih poin penuh saat melawan Southampton melalui gol tunggal yang dicetak melalui sudulan Daniel Agger memanfaatkan umpan Glenn Johnson. Rodgers meyakini, bila hasil positif terus menerus diraih, maka target untuk menguasai papan atas klasemen Premier League bukanlah hal yang tidak mungkin.

Pelatih yang sempat menangani Swansea City ini juga berharap penampilan seperti ini dapat terus dipertahankan Steven Gerrard dkk hingga akhir musim.

“Kami tidak jauh dari empat besar klasemen. Saat ini Liverpool hanya selisih tujuh poin dari Tottenham di peringkat empat,” ujar Rodgers di liverpoolfc.com.

”Liverpool kini semakin lebih baik. Kami mulai bergerak. Saya suka pergerakan yang perlahan namun pasti daripada naik dengan cepat, tapi pada akhirnya turun dengan cepat pula,” tambahnya.

Rodgers yakin The Reds akan menemukan gaya pemainan yang ideal dan dapat terus melangkah ke depan untuk sebuah perubahan. ”Saya ingin Liverpool terus berkembang dan masa depan yang cerah akan segera mendatangi kami,” tutup Rodgers.

Anak Emas Rodgers Kemungkinan Bertahan di Anfield


Raheem sterling - Liverpool (Foto: istimewa)

LIVERPOOL – Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers yakin anak emas Liverpool, Raheem Sterling akan menandatangani perpanjangan kontrak dan akan bertahan di Anfield. Pemain yang akan berulang tahun ke18 pada 8 Desember nanti, memang cukup menyita perhatian musim ini, karena penampilannya impresif.

Raheem Sterling memiliki musim pertama yang mengesankan dengan tim senior The Reds dan telah membuat debut bersama tim nasional Inggris saat Three Lions melakoni laga persahabatan melawan Swedia. Rodgers mengatakan kesepakatan jangka panjang untuk menjaga Sterling di Anfield hanya masalah waktu.

“Perbincangan antara klub dan agennya berjalan baik, dan komunikasi bagus terjalin. Kami berharap dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan cepat,” kata Rodgers, seperti yang dilansir IbTimes.

Rodgers mengakui bakat yang dimiliki Sterling sangat luar biasa dan bakat yang dimilikinya pasti diinginkan tim-tim besar. Tapi, Rodgers meminta Sterling untuk benar-benar mempertimbangkan sesuatu secara matang sebelum memutuskan.

Rodgers mengakui ia merasa khawatir jika terlalu memaksakan pemain itu lebih sering tampil, terkait masalah psikologi.

“Ada satu saat di mana kami harus memberikan dia sedikit kelonggaran. Dia masih muda, dan masih perlu waktu untuk belajar memahami permainan. Dia punya elemen teknik dan taktik yang perlu ditingkatkan,” ucap Rodgers.

“Tapi hal paling besar adalah level psikologi. Kelelahan mental bisa saja terjadi. Sejauh ini dia bermain luar biasa. Dia sudah mencapai taraf setinggi ini pada akhir November, dan sangat brilian. Tapi ada satu saat di mana dia membutuhkan waktu untuk santai.”

Agger: The Reds Jauh Lebih Baik



Danny Agger. (Foto: Reuters)

LIVERPOOL - Bek tangguh Liverpool, Daniel Agger mengatakan bahwa musim ini Liverpool lebih baik dari musim sebelumnya. Meskipun saat ini The Reds masih bertengger di posisi 11 klasemen sementara Premier League.

Usai menjalani 15 pertandingan, para punggwa Brendan Rodgers hanya mampu mengumpulkan 19 poin. Tertinggal 17 poin dari pimpinan klasemen, Manchester United. The Reds hanya mampu meraih 4 kemenangan, 7 kali seri, dan 4 kekalahan, membuat tim yang bermarkas di Anfield ini terlempar ke papan tengah.

Semusim lalu saat dinahkodai Kenny Dalglish posisi Liverpool juga tidak terlalu baik. The Reds hanya mampu finis di peringkat ke-6.

Banyak kesamaan yang terjadi antara era Dalglish dan Rodgers. Keduanya sama-sama gagal mengkonversi peluang menjadi gol yang membuat The Reds selalu gagal meraih poin penuh. Namun, meski faktanya demikian Agger tetap mengatakan tim Liverpool sekarang lebih baik.

“Beberapa pertandingan terakhir kami telah bermain sangat baik,”ujar Agger, seperti disitat Football 365, Selasa (4/12/2012).

“Kepercayaan diri adalah modal yang paling utama dan saya pikir kami memilikinya sebagai tim. Kami berani memegang bola dan kami ingin selalu maju,”sambung bek berusia 27 tahun itu.

Gol tunggal Agger ke gawang Southampton akhir pekan kemarin, merupakan gol perdananya musim ini, sekaligus menjadi gol penentu kemenangan The Anfield Gank.

Hal tersebut tentu saja membuat kapten tim nasional Denmark itu kian percaya diri dalam menghadapi laga-laga selanjutnya.

Legenda Prediksikan Liverpool Gagal ke Liga Champions


Ian Rush (Foto: Reuters)
Ian Rush (Foto: Reuters)
LIVERPOOL – Legenda Liverpool, Ian Rush, menyatakan keyakinannya bahwa mantan klubnya itu hanya bisa finis di posisi keenam klasemen Premier League musim ini.

The Reds mengalami awal musim yang buruk, tetapi belakangan mulai menunjukkan tanda-tanda positif setelah saat ini hanya terpaut empat poin dengan Everton, yang menduduki peringkat keenam klasemen sementara.

"Saya ingin berpikir kami bisa finis di enam besar," kata Rush, seperti dilansir Goal, Rabu (5/12/2012). "Saya pikir itu adalah apa yang mereka (Liverpool) harus lakukan, dan dengan performa sekarang dan di mana mereka berada saat ini, saya merasa mereka masih bisa melakukannya,” lanjutnya.

"Mereka tidak bermain buruk, mereka bermain dengan baik dan hanya sangat tidak beruntung, dan terutama dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.

Menurut Rush, Liverpool harus lebih baik dalam urusan mencetak gol, karena hal itu akan banyak membantu Steven Gerrard cs memperbaiki posisi mereka di akhir musim. Selain itu, Rush juga menilai, The Reds tak boleh kehilangan poin saat melawan klub yang posisinya di bawah mereka.

"Itulah yang mereka harus lakukan (mencetak gol), karena jika Anda tidak melakukan itu, lawan akan berbalik dan mencetak gol,” paparnya.

"Ini berbeda jika bermain tandang, ketika di Anfield, kami harus memenangkan pertandingan-pertandingan melawa tim yang berada di bawah kami,” pungkasnya.
 

Suso: Rodgers Seperti Pelatih Spanyol



Suso. (Foto: Reuters)

LIVERPOOL - Pada musim pertamanya di Anfield, Brendan Rodgers belum mampu membawa Liverpool tampil konsisten dan memuaskan. Namun, gelandang The Reds, Suso memuji Rodgers sebagai pelatih hebat dan berkarakter, layaknya pelatih asal Spanyol.

Usai membawa Swansea City, yang notabene tim promosi, finis di papan tengah klasemen akhir Premier League musim 2011/12, Rodgers dipercaya untuk menggantikan Kenny Dalglish di Liverpool. Namun, ternyata pekerjaan yang dia emban tidaklah mudah, dan saat ini The Reds tertahan di peringkat 11 klasemen sementara.

“Dia selalu memperhatikan hal-hal detail. Jika tim membuat kesalahan pada pertandingan, atau dia pikir ada yang salah dengan taktik, maka dia akan terus mencoba memperbaikinya pada sesi latihan,” ujar Suso kepada situs resmi klub, seperti dilansir Goal, Rabu (5/12/2012).

“Cara seperti ini membuat tim tak akan melakukan kesalahan yang sama. Dia seperti pelatih asal Spanyol,” sambung pemain bernama lengkap Jesús Joaquín Fernández Sáezde la Torre tersebut.

Suso, yang pertama kali menginjakkan kaki di Liverpool pada 2010 tersebut juga mengatakan bahwa ciri khas pelatih Spanyol adalah dengan banyak membiasakan para pemainnya berada dekat dengan bola. Menurutnya, hal tersebut jarang ditemukan di dunia persepakbolaan Inggris.

“Dia memastikan bahwa para pemain selalu dekat dengan bola selama sesi latihan. Ini merupakan tip yang bagus bagi setiap orang -jika selalu menyentuh bola, maka kontrol bola Anda akan meningkat,” tandas Suso.