Rabu, 05 Desember 2012

David Luiz & Torres Bawa The Blues Memimpin


Fernando Torres berhasil membawa timnya memimpin 2-0 atas Nordsjaelland. (Foto: Reuters)
Fernando Torres berhasil membawa timnya memimpin 2-0 atas Nordsjaelland.
LONDON - David Luiz dan Fernando Torres berhasil menciptakan gol ke gawang Nordsjaelland dan membawa Chelsea unggul 2-0 pada babak pertama laga pamungkas Grup E Liga Champions. Gagalnya dua penalti juga mewarnai jalannya paruh pertama

Pada laga yang berlangsung di Stamford Bridge, Kamis (6/12/2012) dini hari WIB tersebut, Chelsea, yang berhasrat meraih kemenangan, tampil dominan. Sedangkan tim tamu beberapa kali mencoba melakukan perlawanan melalui serangan balik.

Jalannya pertandingan
Dengan tuntutan harus menang demi menjaga peluang melaju ke fase berikutnya, Chelsea langsung mendominasi permainan sejak babak pertama dimulai. Peluang pertama mereka dapatkan pada menit 8, saat Victor Moses melakukan tembakan usai menerima umpan Ashley Cole. Namun, bola berhasil diamankan Jesper Hansen.

Berikutnya, kendali permainan tetap dipegang Chelsea. Beberapa peluang didapat oleh Fernando Torres maupun Moses. Namun, dari beberapa peluang yang didapat tersebut, tak ada yang mampu dikonversi menjadi gol. Sementara tim tamu beberapa kali mencoba melakukan serangan balik ke daerah pertahanan Chelsea.

Keasyikan menyerang, Chelsea justru mendapat hukuman penalti pada menit ke-31, setelah Gary Cahill handball di dalam kotak terlarang. Namun, eksekusi gelandang Nordsjaelland, Nikolai Stokholm berhasil dibaca oleh Petr Cech, sehingga gawang Chelsea pun aman dari kebobolan. Kedudukan tetap kacamata.

Empat menit berselang, berbalik Chelsea yang dihadiahi penalti oleh wasit, setelah terjadi handball di kotak penalti Nordsjaelland. Eden Hazard, yang maju sebagai algojo gagal menuntaskannya dengan baik, karena bola tendangannya terbaca Hansen. Chelsea gagal memimpin.

Pada menit 38, lagi-lagi wasit menunjuk titik putih, setelah bola hasil tendangan Juan Mata mengenai tangan pemain Nordsjaelland. David Luiz maju dan berhasil mengecoh Hansen. Chelsea akhirnya memimpin 1-0.

Pada injury time babak pertama, Chelsea berhasil menggandakan keunggulan melalui Torres. Mendapat umpan terobosan dari Moses, mantan pemain Liverpool itu mengecoh Hansen dan sukses menceploskan bola ke dalam gawang Nordsjaelland. Dan, babak pertama pun berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk Chelsea.

Susunan pemain:
CHELSEA: Cech, Ivanovic, A.Cole, David Luiz, Cahill, Romeu, Ramires, Hazard, Torres, Juan Mata, Moses
 
NORDSJAELLAND: Hansen, Mtiliga, Parkhurst, Gundelach, Runje (Beckmann 10’), Adu, Stokholm, Lorentzen, Ticinovic, Christiansen, John

Hazard Sesalkan Chelsea yang di Ujung Tanduk


Eden Hazard. (Foto: Reuters)
Eden Hazard.
LONDON - Juara bertahan Chelsea harus menang dan menggantungkan harapan pada tim lain guna lolos ke fase knock-out Liga Champions musim ini. Gelandang, Eden Hazard mengatakan bahwa jebloknya prestasi The Blues ini cukup disayangkan.

Chelsea dan Juventus berebut satu tiket tersisa, karena satu tiket lagi sudah digenggam klub Ukraina, Shakhtar Donetsk. Agar bisa lolos, selain harus menang melawan Nordsjaelland, The Blues juga berharap “bantuan” Donetsk untuk mengalahkan Bianconeri pada laga pamungkas Grup E.

“Cukup disayangkan, semuanya tergantung (hasil) pertandingan terakhir. Saat saya di Lille musim lalu, hal sama juga terjadi di mana kami harus benar-benar menang, tapi sayangnya kami tak berhasil melakukannya,” ujar Hazard, seperti dilansir Goal, Kamis (6/12/2012).

“Di Chelsea, tujuan utama kami adalah memenangi kompetisi, sedangkan di Lille, tujuan kami adalah melewati tahap pertama. Namun, itu berbeda dengan harapan fans yang ingin Anda memenangi pertandingan,” sambung pemain yang menghabiskan empat tahun di Lille sebelum pindah ke Chelsea tersebut.

Kendati demikian, nada optimisme juga keluar dari mulut Hazard. Menurutnya, The Blues memiliki segudang pemain berpengalaman yang bisa membantu tim meraih hasil optimal pada laga terakhir fase grup.

“Banyak pemain hebat di sini, pemain bintang seperti Frank Lampard dan John Terry, juga kiper yang luar biasa, Petr (Cech). Tim ini dipenuhi oleh para bintang dan talenta yang bisa dijadikan panutan,” pungkas pemain 21 tahun yang pernah meraih dua penghargaan pemain terbaik Ligue 1 tersebut

Menang Besar, The Blues Hanya ke Europa League


Para pemain Chelsea merayakan gol pertama ke gawang Nordsjaelland. (Foto: Reuters)
Para pemain Chelsea merayakan gol pertama ke gawang Nordsjaelland.
LONDON - Juara bertahan Chelsea membantai Nordsjaelland 6-1 pada laga pamungkas Grup E Liga Champions. Kendati raihan poin mereka sama dengan Shakhtar Donetsk, The Blues hanya menempati peringkat tiga dan akan berlaga di Europa League, karena kalah dalam urusan head to head.

Pada laga yang berlangsung di Stamford Bridge, Kamis (6/12/2012) dini hari WIB tersebut, Chelsea benar-benar tampil dominan sejak awal, mengandalkan Fernando Torres di lini depan. Sedangkan Nordsjaelland beberapa kali mengancam melalui serangan balik, kendati akhirnya hanya mampu melesakkan satu gol.

Babak I
Dengan tuntutan harus menang demi menjaga peluang melaju ke fase berikutnya, Chelsea langsung mendominasi permainan sejak babak pertama dimulai. Peluang pertama mereka dapatkan pada menit 8, saat Victor Moses melakukan tembakan usai menerima umpan Ashley Cole. Namun, bola berhasil diamankan Jesper Hansen.

Berikutnya, kendali permainan tetap dipegang Chelsea. Beberapa peluang didapat oleh Fernando Torres maupun Moses. Namun, dari beberapa peluang yang didapat tersebut, tak ada yang mampu dikonversi menjadi gol. Sementara tim tamu beberapa kali mencoba melakukan serangan balik ke daerah pertahanan Chelsea.

Keasyikan menyerang, Chelsea justru mendapat hukuman penalti pada menit ke-31, setelah Gary Cahill handball di dalam kotak terlarang. Namun, eksekusi gelandang Nordsjaelland, Nikolai Stokholm berhasil dibaca oleh Petr Cech, sehingga gawang Chelsea pun aman dari kebobolan. Kedudukan tetap kacamata.

Empat menit berselang, berbalik Chelsea yang dihadiahi penalti oleh wasit, setelah terjadi handball di kotak penalti Nordsjaelland. Eden Hazard, yang maju sebagai algojo gagal menuntaskannya dengan baik, karena bola tendangannya terbaca Hansen. Chelsea gagal memimpin.

Pada menit 38, lagi-lagi wasit menunjuk titik putih, setelah bola hasil tendangan Juan Mata mengenai tangan pemain Nordsjaelland. David Luiz maju dan berhasil mengecoh Hansen. Chelsea akhirnya memimpin 1-0.

Pada injury time babak pertama, Chelsea berhasil menggandakan keunggulan melalui Torres. Mendapat umpan terobosan dari Moses, mantan pemain Liverpool itu mengecoh Hansen dan sukses menceploskan bola ke dalam gawang Nordsjaelland. Dan, babak pertama pun berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk Chelsea.

Babak II
Babak kedua baru berjalan satu menit, para pendukung Chelsea dibuat terdiam oleh gol yang diciptakan oleh Joshua John. Mendapat umpan jauh, pemain berkebangsaan Belanda tersebut berhasil mengelabui Petr Cech dengan satu sentuhan. Nordsjaelland memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.

Namun, pada menit 51, Chelsea menambah gol melalui Gary Cahill. Berawal dari tendangan bebas yang dilepaskan David Luiz ke arah kotak penalti Nordsjaelland, bola kemudian disundul Cahill tanpa mampu dihalau Jansen. Kedudukan pun berubah menjadi 3-1, tetap untuk keunggulan Chelsea.

Lima menit berselang, Torres mencetak gol keduanya pada pertandingan ini. Bekerja sama dengan Hazard, pemain yang kerap mendapat kritik karena jarang mencetak gol tersebut kemudian menceploskan bola dengan mudah usai mendapat sodoran kembali dari Hazard. Chelsea menjauh, 4-1.

Pada menit 63, Chelsea semakin menjauh setelah mencetak gol tambahan, kali ini lewat Mata. Berawal dari pergerakan satu-dua Mata dengan Hazard, nama pertama kemudian mengakhirinya dengan tembakan. Sempat mengenai kaki Hansen, bola kemudian disambar kembali oleh Mata sehingga kedudukan berubah menjadi 5-1.

Menit 71, giliran Oscar -yang baru masuk pada babak kedua menggantikan Ramires, yang merobek jala gawang Nordsjaelland. Mendapat umpan terobosan matang dari Mata, pemain berkebangsaan Brasil itu melepaskan tembakan tanpa bisa dihalau Hansen. The Blues unggul jauh, 6-1.

Berikutnya, peluang demi peluang didapat Chelsea, namun gol tambahan tak tercipta hingga laga akhirnya berakhir dengan kedudukan 6-1. Nahas bagi Chelsea, kemenangan besar tersebut tak mampu membawa mereka lolos ke fase selanjutnya karena satu tiket tersisa didapat Juventus, yang menang 1-0 atas Shakhtar Donetsk. Kendati poin mereka sama dengan Shakhtar, Chelsea kalah head to head.

Susunan pemain:
CHELSEA: Cech, Ivanovic, A.Cole (Bertrand 60’), David Luiz, Cahill, Romeu, Ramires (Oscar 65’), Hazard, Torres, Juan Mata (Ferreira 74’), Moses

NORDSJAELLAND: Hansen, Mtiliga, Parkhurst, Gundelach, Runje (Beckmann 10’), Adu, Stokholm, Lorentzen, Ticinovic (Issah 65’), Christiansen (Kildentoft 61’), John

Gol Bunuh Diri Antarkan Juve ke 16 Besar


Para pemain Juventus merayakan gol (Foto: Reuters)
Para pemain Juventus merayakan gol
DONETSK – Juventus memastikan diri lolos ke fase knock out usai menaklukkan tuan rumah Shakhtar Donetsk 1-0 dalam matchday terakhir penyisihan Grup E Liga Champions, Kamis (6/12/2012) dini hari WIB. Adalah gol bunuh diri Olexandr Kucher yang mengantarkan Juve ke babak 16 besar.

Bianconeri lolos dengan status juara grup, sedangkan Shakhtar, meski kalah mereka tetap melaju ke fase knock out sebagai runner up. Chelsea yang sama-sama mengumpulkan 10 poin dengan Shakhtar harus puas hanya tampil di Europa League.

Babak pertama

Juventus mengawali pertandingan lebih impresif dengan membangun serangan lebih baik ketimbang tuan rumah. Kerjasama Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Sebastian Giovinco bahu-membahu mengantarkan bola ke pertahanan Shakhtar.

Meski begitu, selama 15 menit babak pertama berlangsung, belum ada serangan berbahaya yang dihasilkan oleh kedua tim. Tempo pertandingan juga terbilang berjalan datar-datar saja.

Shakhtar perlahan mulai mencoba menata serangan dari kaki ke kaki, tapi pemain-pemain Bianconeri terbilang disiplin menahan gempuran tuan rumah. Tim arahan Antonio Conte ini juga terlihat tampil lebih ngotot daripada Shakhtar.

Sebuah peluang didapat Juve pada menit ke-30 lewat aksi kerjasama Mirko Vucinic dan Giovinco. Sayang, bola tendangan Giovinco masih sedikit melenceng di samping tiang gawang.

Dua menit kemudian, Juve kembali mendapat kesempatan lewat tendangan kaki kiri Vidal, tapi bola juga masih menyamping. Pada menit ke-45, lagi-lagi tim tamu mendapat peluang, namun tendangan spekulasi Giovinco terlalu lemah dan bisa ditangkap kiper Shakhtar, Andriy Pyatov. Hingga babak pertama usai, belum ada gol tercipta dari kedua tim.

Babak kedua

Pertandingan berjalan dengan tempo yang lebih cepat di 45 menit kedua. Kedua tim berusaha lebih keras untuk saling serang. Shakhtar mendapat peluang lebih dulu lewat tendangan bebas Darijo Srna pada menit ke-49, tapi bola masih bisa ditinju Gianluigi Buffon.

Bianconeri berbalik menyerang, kali ini tendangan kaki kiri Pirlo dari luar kotak penalti pada menit ke-52 masih melenceng. Tuan rumah langsung kembali membalas serangan selang dua menit melalui Henrikh Mkhitaryan, tapi sepakannya masih belum menemui target.

Pada menit ke-56 Juventus mampu memimpin ketika umpan silang mendatar Stephan Lichtsteiner ke arah Giovinco dari sisi kiri pertahanan malah mengenai Olexandr Kucher dan masuk ke gawang sendiri. Bianconeri memimpin 1-0 atas Shakhtar.

Tertinggal membuat tuan rumah bermain lebih agresif, sebuah peluang pada menit ke-67 gagal dimanfaatkan Willian untuk merobek gawang Juventus. Tapi, serangan balik Bianconeri sempat membahayakan gawang Shakhtar tiga menit kemudian, sayang Paul Pogba gagal mengecoh pemain belakang tuan rumah.

Serangan terus dilakukan Shakhtar ke pertahanan Si Nyonya Tua, tapi lini belakang klub asal Italia itu bermain rapat untuk menutup gerakan lini depan klub asal Ukraina tersebut. Akhirnya, hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 untuk kemenangan Juventus tetap bertahan.
 
Susunan pemain kedua tim:

Shakhtar Donetsk: Pyatov, Kucher, Rat, Rakitskiy, Stepanenko, Fernandinho, Willian, Alex Teixeira (Ilsinho 65), Srna, Eduardo (Devic 46), Mkhitaryan

Juventus: Buffon, Chiellini, Barzagli, Bonucci, Lichtsteiner, Pogba, Pirlo, Asamoah, Vidal, Vucinic (Matri 88), Giovinco (Giaccherini 90)
 


"Lawan Benfica, Barca Akan Tetap Kompetitif"

Tito Vilanova. (Foto: Reuters)
Tito Vilanova.
BARCELONA - Telah memastikan diri lolos ke fase knock-out Liga Champions, Barcelona kemungkinan akan menurunkan para pemain lapis kedua pada laga pamungkas Grup G melawan Benfica. Namun, pelatih Tito Vilanova mengatakan bahwa tim yang turun akan tetap kompetitif.

Barcelona memastikan diri lolos ke babak berikutnya usai mengalahkan Spartak Moskow pada matchday 5 Liga Champions, dua pekan lalu. Blaugrana mantap di puncak klasemen dengan poin 12, hasil dari empat kemenangan dan satu kekalahan yang mereka terima dari Celtic.

“Besok akan menjadi pertandingan penting karena kami tetap akan mewakili klub. Ini merupakan Liga Champions dan ada beberapa tim yang tetap berjuang untuk lolos ke babak berikutnya,” ujar Vilanova, seperti dilansir Goal, Rabu (5/12/2012).

“Ini merupakan pertandingan Liga Champions dan kami akan mencoba meraih hasil terbaik. Pertandingan Liga Champions selalu penting,” sambung suksesor Josep “Pep” Guardiola tersebut.

Vilanova juga kemungkinan akan memainkan Lionel Messi, yang berpeluang melewati rekor gol Gerd Muller dalam kalender tahunan. Pada pertandingan La Liga melawan Athletic Bilbao, akhir pekan lalu, Messi mencetak dua gol dan membuat torehan golnya pada 2012 ini menjadi 84.

“Leo diistirahatkan pekan lalu saat melawan Alaves di Copa, tapi dia selalu ingin bermain. Saya senang akan hal itu, dan dengan kehadirannya, kami selalu lebih baik,” pungkas Villanova.

Kesulitan Cetak Gol, Barca Tertahan di Camp Nou


Lionel Messi berusaha mencetak gol ke gawang Benfica. (Foto: Reuters)
Lionel Messi berusaha mencetak gol ke gawang Benfica.
BARCELONA - Tampil dengan tim lapis kedua, Barcelona hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Benfica pada laga pamungkas Grup G Liga Champions. Kendati tampil dominan sepanjang pertandingan, serangan-serangan Blaugrana kerap menemui jalan buntu.

Pada laga yang berlangsung di Camp Nou, Kamis (6/12/2012) dini hari WIB tersebut, Barcelona menurunkan para pemain muda. Namun Lionel Messi, yang butuh satu gol untuk menyamai rekor Gerd Muller (mencetak 85 gol dalam kalender tahunan) juga diturunkan pada babak kedua, meskipun akhirnya gagal mencetak gol.

Jalannya pertandingan
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, Barcelona langsung memainkan tiki-taka khas mereka. Namun, beberapa peluang justru didapat tim tamu, kendati belum mampu mengancam gawang Blaugrana yang kali ini tak dikawal Victor Valdes, melainkan Jose Manuel Pinto.

Peluang berbahaya pertama justru didapat Benfica melalui Rodrigo Machado pada menit ke-11. Berhasil lepas dari jebakan offside, mantan pemain Real Madrid B tersebut kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang Barcelona. Namun, bola hasil sepakannya masih menyamping, sehingga gawang Pinto tetap aman.

Berikutnya, Barcelona tetap mendominasi jalannya laga, namun serangan-serangan yang mereka bangun kerap buntu ataupun terhadang oleh pertahanan Benfica. Sementara tim tamu, kendati terbawa ritme permainan Barcelona, masih bisa beberapa kali melakukan serangan balik.

Pada menit 34, Benfica kembali mengancam melalui Ola John. Berhasil mengelabui pemain bertahan Barcelona, John melepaskan tembakan ke gawang Barcelona, namun bola masih menyamping. Dan, babak pertama pun berakhir dengan kedudukan imbang tanpa gol.

Memasuki paruh kedua, Blaugrana tetap mendominasi jalannya pertandingan. Namun, lagi-lagi, David Villa dkk. belum mampu menciptakan gol. Sementara Benfica terus berusaha menahan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan para penggawa Barcelona, sambil sesekali balik menyerang.

Pada menit ke-58, entrenador Barcelona, Tito Vilanova menarik Rafinha dan memasukkan Messi guna menambah kreativitas serangan. Kini, trio David Villa, Cristian Tello, dan Messi menjadi tumpuan di lini depan. Namun, solidnya lini belakang Benfica masih menjadi kendala utama mereka.

Pada menit 84, Messi memiliki peluang bagus untuk mencetak gol dan menyamai rekor Gerd Muller. Namun, kiper Benfica, Artur Moraes dengan gemilang menggagalkan peluang tersebut. Dan, nahas bagi Messi, karena beberapa saat kemudian ia harus meninggalkan lapangan karena cedera.

Di menit-menit akhir, Barcelona terus mencoba menekan Benfica, kini dengan mengandalkan Gerard Deulofeu yang sebelumnya masuk menggantikan Tello. Namun, hingga wasit meniup peluit tanda laga berakhir, tak ada gol tercipta, sehingga kedua tim harus puas berbagi angka.

Kendati demikian, hasil tersebut tak mempengaruhi posisi pada klasemen akhir Grup G. Barcelona lolos ke fase knockout ditemani Celtic, yang pada pertandingan terakhir sukses menaklukkan Spartak Moskow 2-1.
 
Susunan pemain:
BARCELONA: Pinto, Puyol, Montoya, Adriano (Pique 66’), Planas, Thiago Alcántara, Song, Sergi Roberto, Rafinha (Messi 58’), Villa, Tello (Gerard 75’)
 
BENFICA: Artur, Luisão, Maxi Pereira, Garay, Nolito (Cesar 63’), Mati?, André Gomes, Lima (Cardozo 74’), Rodrigo (Almeida 74’), Melgarejo, John

Mancini Nilai Liga Champions Aneh

Roberto Mancini. (Foto: Reuters)
Roberto Mancini. (Foto: Reuters)
DORTMUND – Kekalahan 0-1 yang diderita Manchester City pada partai pamungkas babak penyisihan grup kontra Borussia Dortmund ternyata tak menjadikan pelatih City, Roberto Mancini sakit hati. Ia pun menyakini bahwa Dortmund dapat menjadi juara Liga Champions musim 2012-13.

Dortmund memastikan diri tampil sebagai juara Grup ‘Neraka’ D dengan mencatat empat kali kemenangan, dua seri dan mengoleksi 14 poin. Sementara The Sky Blues tak mencatat satu pun kemenangan, tiga seri dan tiga kalah, dan mengemas tiga angka.

Wakil Inggris itu gagal tampil di kasta kedua kompetisi elite Eropa, Europa League. Pasalnya, anak asuh Mancini terpaut satu poin di bawah wakil Eredivisie, Ajax Amsterdam yang juga dipermalukan Real Madrid 4-1.

“Liga Champions dapat menjadi aneh. Seperti musim lalu, Dortmund tersingkir di babak penyisihan grup, sedangkan kami ada di peringkat keempat,” kata Mancini, seperti dilansir Sportsmole, Rabu (5/12/2012).

“Dan musim ini, saya pikir Dortmund dapat menjuarai Liga Champions,” tandas mantan pelatih Inter Milan itu.

Sebagai catatan Die Borussen merengkuh supremasi tertinggi antar klub Eropa itu pada musim 1996-97, usai mengalahkan Juventus di Olympiastadion dengan skor akhir 3-1. Tiga gol Dortmund saat itu diciptakan oleh dua gol Karl-Heinz Riedle dan Lars Ricken. Sementara gol tunggal Si Nyonya Tua tercipta melalui Alessandro Del Piero.