Selasa, 04 Desember 2012

PBB Minta Program Nuklir Israel Diperiksa

Delegasi Israel di PBB (Foto: Reuters)

NEW YORK – Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi meminta Israel membuka program nuklirnya untuk diperiksa oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Tetapi resolusi ini tidak mengikat secara hukum.

Resolusi tersebut disetujui oleh 174 negara anggota Majelis Umum PBB dengan enam negara menolak dan enam lainnya memilih untuk abstain. Negara-negara yang menolak resolusi tersebut antara lain Israel sendiri, Amerika Serikat (AS), Kanada dan beberapa negara Pasifik.

Dalam resolusi itu Israel diminta untuk ikut dalam Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) agar IAEA dapat memiliki wewenang untuk memeriksa program nuklir yang dimiliki oleh Negara Zionis tersebut. Traktat tersebut juga melarang Israel untuk mengembangkan program nuklirnya untuk tujuan militer.

Banyak pihak, khusunya negara-negara di kawasan Timur Tengah, menuduh  Israel  memiliki senjata nuklir. Israel selalu membantah tuduhan tersebut, namun di lain pihak Negara Zionis itu juga menolak dibentuknya kesepakatan anti-nuklir di kawasan Timur Tengah. Israel menganggap kesepakatan anti-nuklir hanya dapat dibuat apabila perjanjian damai yang permanen telah disepakati di Timur Tengah.

Sebelumnya negara-negara Timur Tengah berencana untuk melakukan konferensi anti nuklir pada bulan Desember ini. Rencana konferensi itu dibatalkan setelah AS menolak untuk ikut serta. Beberapa pihak menuduh AS tidak mau ikut dalam konferensi itu akibat tekanan yang didapatkannya dari Israel.

Sikap tertutup Israel tentang program nuklir yang dimilikinya berbanding terbalik dengan gaya agresif Negara Yahudi itu ketika membicarakan program nuklir yang dijalankan negara-negara Timur Tengah lainnya. Israel mengecam keras program nuklir yang dijalankan oleh Iran dan mengancam akan menyerang Negeri Paramullah bila menghentikan program nuklirnya.

“Program nuklir di negara-negara Timur Tengah itu merupakan ancaman serius bagi Israel dan juga keamanan kawasan,” ujar diplomat Israel Isi Yanouka, seperti dikutip Associated Press, Selasa (4/12/2012).

Resolusi yang dikeluarkan oleh Majelis Umum itu sebenarnya bersifat tidak mengikat, Israel tidak akan dikenai sanksi apapun jika memilih untuk tidak menjalankannya. Namun resolusi itu dapat dianggap sebagai bentuk tekanan politik yang dapat merusak reputasi Israel di dunia internasional apabila Israel mengindahkannya.

Israel hadapi Tsunami Diplomasi di Eropa

PM Israel Benjamin Netanyahu ditekan barat (Foto: Reuters)
PM Israel Benjamin Netanyahu ditekan barat (Foto: Reuters)
YERUSALEM – Israel saat ini dipusingkan dengan perubahan sikap negara Eropa terhadap Negara Zionis tersebut. Eropa yang biasanya menjadi penukung kuat Israel kali ini mengecam keras tindakan Israel yang ingin membangun pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.

Sekira lima negara Eropa memanggil duta besar Israel untuk menyatakan protesnya. Negara-negara Eropa itu adalah Inggris, Prancis, Spanyol, swedia dan Denmark. Pejabat Israel pun menyebut sikap Eropa tersebut sebagai tsunami diplomasi yang menerjang negaranya.

“Ini adalah mimpi buruk bagi Israel. Negara yang memprotes ini bukanlah negara-negara dunia ketiga, namun negara-negara Eropa yang biasanya menjadi sekutu loyal kita. Sebelumnya mereka mendukung Palestina di PBB sekarang mereka mengecam pembanguan pemukiman Israel,” sebut pengamat politik Israel Shalom Yerushalmi, seperti dikutip AFP, Selasa (4/12/2012).

Seorang diplomat senior Israel yang tidak disebutkan namanya menyebutkan saat ini Eropa akan lebih bersikap tegas kepada Israel. Ia pun menyebutnya sebagai tsunami diplomasi bagi Israel. Diplomat tersebut juga menyatakan bahwa sikap tegas Eropa tersebut telah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat (AS).

“Ini adalah realitas baru yang harus dihadapi oleh Israel. Seorang pejabat Eropa yang saya temui menyebut negara-negara Eropa bahkan mungkin saja akan memberikan sanksi kepada Israel,” ujar Shimon Shiffer, seorang pengamat Israel lainnya,

Pendukung Perdana Menteri Benyamin Netanyahu sendiri menyalahkan kelompok kiri Israel atas perubahan sikap Eropa tersebut. Mereka menuduh kelompok kiri di Israel mendorong negara-negara Eropa untuk memberikan sanksi kepada negara Zionis itu.

Dalam pemilu Israel yang digelar Januari nanti, Netanyahu akan bersaing dengan tokoh dari kelompok kiri, Tzipi Livni, yang juga mantan Menteri Luar Negeri Israel. Saat ini banyak pihak yang mengunggulkan Netanyahu untuk dapat mempertahankan posisi Perdana Menteri Israel.
Menyikapi isu

Imunisasi tentu perlu mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini masih dijumpai sejumlah tantangan dalam pemberian imunisasi, antara lain pemahaman orangtua yang masih kurang di sebagian kalangan masyarakat, mitos yang salah terkait imunisasi, kendala geografis, sampai jadwal imunisasi yang terlambat.

Masyarakat juga perlu lebih cermat dan berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi terkait imunisasi, misalnya menyikapi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang berat.

Sebagai contoh, ketika wabah polio di Jawa Barat terjadi, beberapa anak lumpuh setelah mendapat vaksin polio. Dengan pemeriksaan virus (virologi) terbukti bahwa kelumpuhan tersebut diakibatkan virus polio liar yang sudah menyerang anak tersebut sebelum dia mendapat imunisasi polio.

Demikian pula dengan kasus KIPI berat lainnya. Setelah diperiksa ahli-ahli di bidangnya, terbukti bahwa KIPI tersebut akibat penyakit lain yang sudah ada sebelumnya, bukan akibat imunisasi.

Untuk menyikapi kasus KIPI, sebaiknya masyarakat mengacu pada informasi yang diberikan oleh Komite Daerah (Komda) KIPI yang ada di provinsi atau Komite Nasional (Komnas) KIPI di Jakarta. Karena berita atau laporan kecurigaan adanya KIPI selalu dikaji secara ilmiah oleh ahli-ahlinya, seperti pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, dan imunologi yang ada di komite tersebut.

Sejatinya, masyarakat tidak perlu ragu akan keamanan dan manfaat imunisasi. Saat ini, 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada  bayi dan balita.

Bahkan, negara-negara dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi pun masih terus melaksanakan program imunisasi. Termasuk, negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan imunisasi lebih dari 85 persen.

Pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh lebih murah ketimbang terlanjur jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Jadi, imunisasi bisa dikatakan investasi kesehatan untuk masa depan. Sebaiknya, semua bayi dan balita diimunisasi secara lengkap. Dengan terhindarnya anak dari penyakit infeksi berbahaya, maka mereka memiliki kesempatan beraktivitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan.

Imunisasi, Investasi Kesehatan Anak untuk Masa Depan


detail berita

IMUNISASI tidak saja menjadi langkah preventif mencegah penularan penyakit, tapi juga investasi kesehatan buah hati di masa depan. Mau bukti?

Siapa pun pasti mengenal imunisasi. Bahkan, mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah mendapatkan imunisasi saat kita masih kecil.

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Sayangnya, masih ada kelompok masyarakat yang masih meragukan manfaat pemberian imunisasi kepada anaknya. Padahal, imunisasi tidak hanya menciptakan kekebalan tubuh, tapi juga penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit pada anak maupun orang-orang di sekitarnya.

Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) masih merupakan penyebab kematian dan kecacatan anak. Sekira lima persen kematian pada anak balita diakibatkan oleh PD3I. Karena itu, upaya imunisasi sangat penting dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kematian tersebut.

Terus diintensifkan

Pemberian imunisasi di Indonesia pertama kali dilakukan pada 1956, diawali dengan imunisasi cacar. Sejak itu, cakupan dan jenis imunisasinya terus diperluas. Dewasa ini, ada lima vaksin yang diberikan Program Imunisasi pada bayi dan anak Indonesia untuk mencegah tujuh penyakit menular, yaitu Tuberkulosis, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak, dan Hepatitis B.

Kegiatan pemberian imunisasi juga semakin merata di seluruh wilayah. Kalau 2008 baru 68,3 persen dari 65.781 desa yang telah mencapai Universal Child Immunization (UCI), setelah akselerasi pada 2010, cakupannya mencapai 75,3 persen dari 75.990 desa.

Salah satu contoh konkrit keberhasilan penting program imunisasi, yaitu bebasnya penyakit cacar. Pada 1974, Indonesia secara resmi dinyatakan negara bebas cacar. Sementara itu, kasus penyakit PD3I lainnya juga makin menurun. Campak misalnya, dari 24.388 kasus pada 2008, turun menjadi 17.139 kasus pada 2010. Tetanus neonatorum dilaporkan sebanyak 198 kasus pada 2008, beberapa tahun terakhir menjadi sekira 137 kasus.

Untuk polio, walaupun sudah tidak ada lagi kasus polio dalam beberapa tahun ini, ancaman dari luar negeri masih tetap ada. Beberapa negara di dunia masih melaporkan adanya virus polio liar. Karena belum seluruh desa mencapai UCI, berarti masih ada kantung-kantung desa yang berpotensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk antisipasi keadaan tersebut, sejak 2009 telah dilakukan kampanye imunisasi tambahan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada 2009, tahap kedua pada 2010, dan tahap terakhir digelar pada 2011 di 17 provinsi di Indonesia dengan sasaran cakupan minimal 95 persen dari seluruh anak balita.

Tahun ini, Indonesia bersama-sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara berkomitmen menjadikan 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI).

Rahasia Kuburan 3.000 Tahun di Pakistan


detail berita

ISLAMABAD - Arkeolog Italia, Luca Maria Olivieri meneliti sebuah pekuburan kuno di suatu bukit yang menghadap lembah Swat. Reruntuhan tersebut masih dalam pengujian menggunakan teknik carbon dating, namun diyakini menyimpan anggota komunitas Dardic.

Dilansir dari NPR, Rabu (5/12/2012), komunitas Dardic mendominasi wilayah bagian Pakistan itu pada masa 3.000 tahun silam. Selain itu juga dipercaya bahwa Alexander the Great pernah melakukan pertempuran di sana, tepatnya di desa Udegram.

Di dalam kuburan tersebut, para peneliti menemukan 32 buah kuburan yang tersegel. Olivieri berpendapat, situs purbakala itu mengungkap penguburan komunitas tersebut dan ritual pasca penguburan.

"Jadi, kuburan ini sebelumnya terbuka, dibuka ulang, dikubur ulang lalu diisi, dikosongkan dan diisi kembali selama beberapa kali karena kuburan itu milik sebuah keluarga yang telah menggunakannya lebih dari satu generasi," ujarnya.

Para arkeolog juga menemukan benda-benda seperti penjepit rambut dan kumparan, panci yang terawetkan dengan baik, ornamen dari tembaga serta perunggu dan beberapa potong besi. Olivieri mengatakan, hasil uji carbon dating mungkin akan membuktikan bahwa fragment tersebut merupakan jejak besi paling tua yang ada di sana.

Namun di sana, mereka sama sekali tidak menemukan senjata. Isi kuburan tersebut tampaknya benar-benar dipilih dengan hati-hati untuk menunjukkan nilai komunitas kuno.

"Jika kami mempertimbangkan hal ini, pengumpulan tersebut merupakan bukti positif mengenai apa yang peradaban itu ingin tunjukkan, bahkan pada dirinya sendiri. Hal itu adalah sesuatu yang paling penting bagi mereka," imbuh Olevieri.

Fosil Macan Pedang Ditemukan di Las Vegas


detail berita

NEVADA - Para paleontolog dari San Bernadino Country Museum menemukan sisa-sisa macan pedang atau sabretooth di gurun sebelah utara Las Vegas. Mereka telah menyisir wilayah itu demi menemukan fosil zaman es selama lebih dari satu dekade.

Dilansir dari Daily Bulletin, Rabu (5/12/2012), mereka telah menemukan ratusan situs dan ribuan fosil di tempat tersebut, namun fosil macan pedang baru berhasil ditemukan sekarang.

"Kami sangat senang. Selama bertahun-tahun, kami telah mengatakan bahwa hewan tersebut benar-benar ada. Hanya soal waktu sampai kami benar-benar menemukan satu," ujar Senior Curator untuk museum tersebut, Kathleen Springer.

Penemuan tersebut pertama kali dicapai pada 2003, ketika survei yang dilakukan para ilmuwan mengidentifikasi lebih dari 400 situs fosil di wilayah Las Vegas Wash.

Berdasarkan analisa radiokarbon, penemuan baru itu berasal dari masa 15 ribu tahun silam. "Kami sedang menggarap kronologi radiokarbon yang ketat untuk seluruh wilayah Tule Springs," ujar Springer.

Messi Bicara Metode La Masia



Lionel Messi bersama mantan pemain jebolan La Masia lainnya merayakan gol ke gawang Bilbao (Foto: Reuters)

BARCELONA - Lionel Messi mengakui bahwa kelihaiannya dalam mengolah bola tak hanya berkah dari sang pencipta, tapi juga berkat polesan para pembimbingnya di akademi La Masia.

Sudah bukan rahasia apabila Messi merupakan salah satu pesepakbola yang punya kemampuan di atas rata. Dribel rapat dengan kecepatan yang mengesankan, plus berbagai trik yang ditampilkannya saat melewati penjagaan lawan, kerap membuat orang berdecak kagum.

Menyikapi berbagai kelebihannya di atas, Messi menilai bahwa dirinya bisa melakukan semua itu karena mendapat pembelajaran yang matang saat menimba ilmu di akademi La Masia.

“Di sini di akademi Barcelona , saya belajar banyak. Klub memiliki metode kerja yang berbeda dengan semua tim yang ada di seluruh dunia, terutama dalam kontrol bola, passing dan bagaimana cara mengimplementasikan taktik permainan,” tandasnya dikutip Football-Espana.

Ya, Barcelona memang punya metode sendiri dalam menciptakan pemain-pemain berkualitas. Dalam setiap latihan, para pemain dituntut memegang ball possession, memainkan umpan-umpan pendek atau yang saat ini akrab disebut tiki-taka.