Ary Wibowo/ Kompas.com
Fisioterapi Cruzeiro, Leonardo (kanan) bersama pelatih, Jaino
Matos (kanan) saat memantau kondisi pemain melalui alat "sport science"
di lapangan Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com -
Tim nasional senior Indonesia terus melakukan persiapan menjelang
turnamen Piala AFF yang akan diselenggarakan pada akhir November
mendatang. Untuk menjaga dan menganalisis kemampuan para pemainnya,
skuad "Merah Putih" pun merekrut pelatih dan fisioterapis salah satu
klub Brasil, Cruzeiro.
Kedua ofisial Cruzeiro itu akan membantu tim pelatih Indonesia untuk menganalisis kemampuan pemain dengan menggunakan aplikasi
sport science
untuk memantau perkembangan dan kondisi para penggawa timnas. Aplikasi
itu menggunakan tiga alat komputerisasi, yakni GP Sport, Polar Team 2,
dan Professional Match Analysis.
"Alat ini sudah dilengkapi GPS
untuk mengukur kecepatan lari, denyut jantung, dan hal lain yang
berkaitan dengan fisik pemain," ujar Pelatih Kepala Cruzeiro Ofisial
Representatif Asia, Jaino Matos yang didampingi fisioterapis, Leonardo,
saat ditemui di sela-sela latihan timnas di Lapangan Halim
Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/9/2012) pagi.
"Program ini bukan
untuk menghakimi kondisi mereka itu baik atau buruk, tapi kami ingin
melihat kondisi pemain agar maksimal tampil di AFF," lanjut Jaino.
Alat-alat
tersebut sudah diterapkan kepada para pemain timnas dalam latihan sejak
Selasa (4/9/2012). Menurut Matos, timnya akan terus memantau kondisi
Irfan Bachfim dan kawan-kawan hingga laga melawan Korea Utara dalam
turnamen SCTV Cup 2012 pada 10 September mendatang.
"Nanti, dari
beberapa latihan akan kita kumpulkan data-datanya. Siapa saja pemain
yang mempunyai fisik dan kondisinya bagus. Kemudian hasil dari kami ini
akan dianalisis semua dengan pelatih, untuk mendesain program yang
tepat sebelum tampil di AFF. Jadi, program ini
step by step," kata Jainos.
Salah
satu penggawa timnas, Oktovianus Maniani, saat ditemui usai latihan
menyambut baik adanya program tersebut. Menurutnya, dengan adanya alat
tersebut, ia dan rekan-rekannya bisa memaksimalkan kondisi bermainnya.
"Sangat
bagus, jadi aku bisa memaksimalkan kondisi fisik dan bermainku, begitu
juga dengan teman-teman lainnya. Aku sudah punya alat ini, tetapi hanya
yang bentuknya jam saja untuk memantau detak jantung saat lari. Tapi,
ini lebih canggih, jadi tentunya lebih baik," kata Okto.
Di Piala
AFF yang akan berlangsung di Malaysia dan Thailand, Indonesia berada di
Grup B bersama tuan rumah Malaysia dan Singapura. Satu tempat lagi akan
diperebutkan Kamboja, Timor Leste, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Laos
melalui babak kualifikasi.
Saat ini, timnas senior tengah
melakukan TC kedua hingga 30 September. Setelah itu, Okto dan
kawan-kawan akan kembali mengikuti pemusatan latihan terakhir pada 7
Oktober hingga menjelang keberangkatan ke Malaysia pada 21 November.
Di tengah-tengah TC ini, timnas juga akan menjalani sejumlah laga uji
coba lawan klub dan beberapa negara. Rencananya, tim asuhan Nil Maizar
itu akan berhadapan dengan Korea Utara, Espanyol B, Filipina, dan
Vietnam.