Kamis, 27 September 2012

Persib Isyaratkan Kontrak Messi



FOTO:Georges Mbida Messi (detikbandung/Oris)
Bandung - Persib Bandung memberi isyarat kuat akan mengontrak pemain asal Kamerun yang saat ini sedang mereka tes: Georges Parfait Mbida Messi.

Hal itu disampaikan oleh Manajer Persib Umuh Muhtar di Stadion Siliwangi, Bandung, setelah ikut menyaksikan latihan Messi bersama para pemain Persib hari ini, Selasa (25/9/2012).

"Cios (jadi dikontrak -- red) lah, insya Allah," ujar Umuh.

Pelatih Djadjang Nurjaman pun memberi penilaian positif pada pemain yang berposisi sebagai gelandang itu. Apalagi Messi langsung ikut berlatih meskipun baru tiba di Bandung kemarin, setelah menempuh perjalanan panjang dari negaranya.

"Saya puas melihat dia. Walaupun baru datang dengan penerbangan jauh, dia bisa tampil seperti itu," tukas Djadjang. "Pergerakannya lebih mobile. Dia punya visi bermain yang baik."

Walaupun hampir dipastikan akan dikontrak, Umuh bungkam soal nominal yang akan diberikan pada Messi. Namun ia mengaku sudah berbicara dengan agen Messi yaitu Francis Younga. "Tadi saya sudah bicara sama agennya," katanya.

==

Irfan Hat-trick, Indonesia Gasak Brunei


FOTO:Detikfoto
Bandar Seri Begawan - Timnas Indonesia memetik hasil positif di laga uji coba melawan Brunei Darussalam. Tim 'Garuda' memetik kemenangan telak 5-0, di mana tiga gol di antaranya dikemas oleh Irfan Bachdim.

Bermain di Stadion Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Rabu (26/9/2012) malam WIB, Indonesia tampil dominan di babak pertama. Tim asuhan Nil Maizar itu mampu mengakhiri babak dengan skor 2-0.

Gol pertama dicetak oleh Irfan melalui titik penalti di menit ke-23. Satu gol lainnya disumbangkan oleh Vendry Mofu beberapa saat menjelang turun minum.

Seakan tak puas dengan keunggulan dua gol, Indonesia tetap tampil menyerang di paruh kedua pertandingan. Alhasil tim 'Merah Putih' bisa menambah tiga gol lagi.

Irfan membobol gawang Brunei untuk kali kedua saat babak kedua baru berjalan empat menit, sementara Hendra Bayouw membawa Indonesia unggul 4-0 dengan gol yang ia cetak 14 menit kemudian.

Irfan menjadi bintang lapangan dengan mencetak hat-trick di menit ke-72. Di sisa pertandingan tidak ada lagi gol tambahan Indonesia pun menang dengan skor akhir 5-0.

Hasil positif ini merupakan kemenangan pertama yang diraih Indonesia dalam empat laga terakhir. Sebelumnya, mereka bermain imbang saat berhadapan dengan Vietnam dan Filipina, serta kalah saat menjajal Korea Utara.

Jumat, 21 September 2012

Titik Terang Kompetisi Bernama Liga Merah Putih



Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI)
TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah memiliki konsep penyatuan kompetisi musim depan. Badan sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut menawarkan konsep Red League (Liga Merah) dan White League (Liga Putih) untuk menggantikan Indonesia Super League (ISL) dan Indonesian Premiere League (IPL).
Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, menjelaskan, konsep tersebut merupakan hasil pembicaraan dari kedua operator liga yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan PT Liga Indonesia (ISL).
"Pada dasarnya mereka setuju, tinggal menunggu ketok palu di Kuala Lumpur saja," ucap Saleh kepada wartawan di Kantor PSSI, Rabu (19/9/2012).
Saleh menjelaskan, Liga Merah Putih dipilih karena mewakili Indonesia.
"Jika diberi nama Liga A atau Liga B takutnya ada persepsi kasta. Merah dan Putih itu kan setara," beber Saleh.
Dikatakan Saleh, konsep Liga Merah Putih bukan satu-satunya konsep yang ditawarkan. PSSI sempat mengajukan proposal langsung menggabungkan semua klub LSI dan LPI ke dalam satu liga dan dibagi ke dalam dua wilayah. Kemudian, sepuluh klub terbaik dari masing-masing liga akan digabung dalam satu kompetisi baru.
"Namun, Joko Driyono (CEO PT LI) tidak setuju dengan opsi tersebut. Dia lebih memilih Liga Merah Putih. Artinya, satu liga baru akan terbentuk pada musim selanjutnya," kata Saleh lagi.
Nantinya, konsep Liga Merah Putih akan dibawa dalam rapat Joint Committee yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012). PSSI diwakili Ketua Todung Mulya Lubis, Catur Agus Saptono, Saleh, dan Widjajanto.
Sedangkan pihak Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) akan diwakili Djamal Aziz, Hinca Panjaitan, Tigor Shaloom Boboy, dan Joko Driyono.

Timnas PSSI-KPSI Disatukan



KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ketua Joint Committee (JC), Todung Mulya Lubis.
JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat Joint Committee (JC) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012), telah menghasilkan beberapa keputusan terkait permasalahan yang terjadi di sepak bola Tanah Air. Salah satu hasil penting adalah penyatuan tim nasional PSSI dan KPSI.
Berikut ini adalah kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut.
1. Unifikasi atau Rekonsiliasi Liga Profesional - JC bersepakat menetapkan batas waktu unifikasi liga profesional pada 2014. Musim kompetisi 2013 dianggap sebagai fase prakualifikasi yang memperbolehkan IPL dan ISL bergulir secara paralel. Detail format dan teknis dari proses unifikasi ini diserahkan kepada dua anggota JC, yakni Joko Driyono dan Widjajanto
2. Pengembalian empat Komite Eksekutif - JC bersepakat untuk mengembalikan empat Komite Eksekutif yang telah dipecat oleh Komite Etik PSSI kepada kedudukannya semula. Untuk itu, JC meminta Sekjen PSSI Halim Mahfudz segera merumuskan prosedur pengembalian empat Komite Eksekutif dan melaporkannya segera kepada JC dan AFC Task Force for Indonesia.
3. Tim nasional Indonesia - Satuan Tugas AFC untuk Indonesia menegaskan bahwa AFC dan FIFA hanya mengakui satu tim nasional di bawah kendali PSSI. AFC meminta JC membantu mengharmoniskan timnas sehingga terbangun tim yang tangguh untuk berkompetisi di level internasional.
4. Revisi statuta PSSI - JC menunjuk badan pekerja terdiri dari Saleh Ismail Mukaddar, Catur Agus Saptono, Hinca Pandjaitan, dan Togar Mahan Nero untuk merumuskan revisi statuta PSSI. Badan pekerja ini diminta untuk melaporkan progres hasil kerjanya kepada JC dan menyampaikan dalam kongres PSSI untuk memperoleh pengesahan revisi statuta PSSI.
5. Kongres PSSI - JC sepakat untuk menyelenggarakan kongres PSSI sebelum akhir 2012 sebagaimana yang diamanatkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU). PSSI melalui Sekretaris Jenderal diminta untuk menyiapkan teknis penyelenggaraan kongres untuk JC. Agenda konges akan dikonsultasikan untuk memperoleh persetujuan AFC dan FIFA.
Sementara itu, kubu KPSI memiliki penafsiran sendiri mengenai hasil rapat JC, terutama mengenai keputusan soal timnas dan kongres PSSI. KPSI mengklaim pengelolaan timnas di bawah JC, sedangkan PSSI mengelola secara administratif.
Mengenai Kongres PSSI yang dijadwalkan diselenggarakan pertengahan November 2012, menurut MOU,  akan diikuti oleh pemilik suara sesuai dengan KLB Solo. Nantinya, JC akan melakukan verifikasi terhadap keabsahan pemilih Kongres PSSI.
Rapat JC di Kuala Lumpur tersebut dihadiri perwakilan PSSI, yakni Todung Mulya Lubis (Ketua JC), Halim Mafudz (Sekjen PSSI), Widjajanto (CEO PT LPIS), Saleh Mukadar, dan Catur Agus Saptono. Sementara KPSI diwakili oleh Jamal Aziz, Joko Driyono, Togar Manahan Nero, dan Hinca Panjaitan. Selain kedua kubu, rapat ini juga disaksikan langsung oleh Ketua AFC Task Force for Indonesia, Pangeran Abdullah, Sekjen AFC Dato Alex Soosay, dan Direktur Keanggotaan AFC James Johnson.

JC: Timnas Dikelola PSSI



JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Joint Committee (JC) Todung Mulya Lubis menegaskan, tim nasional Indonesia versi PSSI dan KPSI disatukan dan dikelola oleh PSSI, bukan JC.
Hal tersebut berkaitan dengan hasil rapat JC di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012), yang salah satunya adalah penyatuan tim nasional. Ada perbedaan pandangan antara KPSI dan PSSI mengenai pengelolaan timnas. PSSI menilai timnas akan berada di bawah kendali mereka, tetapi KPSI menilai timnas akan dikelola oleh JC dan PSSI hanya mengelola secara administratif.
"Timnas yang diakui di bawah payung PSSI. Kita ingin semua pemain dari semua klub. Pemain dari Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) harus bersedia membela timnas," tegas Todung kepada wartawan di Hotel Sultan, Jumat (21/9/2012).
Todung menjelaskan, JC hanya mengharmonisasi timnas. JC, lanjut Todung, sama sekali tak akan ikut mengatur timnas.
"Pelatih yang menentukan siapa pemain yang dipilih. JC bisa mengusulkan pemain, tapi tetap itu kewenangan pelatih. Soal pelatih, itu juga tergantung keputusan PSSI. Ini yang kita tahu. Tidak ditambah dan tidak ada yang dikurangi," beber pengacara kondang tersebut.
Saat ini, sepak bola di Indonesia dikelola oleh dua lembaga, yaitu PSSI yang mengelola IPL dan KPSI yang mengelola ISL. Keduanya memiliki tim nasional berbeda, tetapi hanya timnas PSSI yang diakui FIFA.
Dualisme tersebut memunculkan sejumlah kasus tarik-menarik pemain dalam beberapa waktu belakangan ini. Timnas PSSI memanggil pemain yang bermain di klub ISL, tetapi klub ISL melarang pemain mereka memenuhi panggilan timnas PSSI.

Pakai Nano-SIM, iPhone 5 Belum Bisa Dipakai di Indonesia?



 
KOMPAS.com - iPhone 5 telah resmi diperkenalkan oleh Apple dalam jumpa pers yang diadakan di Yerba Buean Center, San Francisco, AS, Rabu (12/9/2012).

Pada peluncuran tersebut, Apple banyak menjelaskan detail dari produk iPhone generasi ke-6 tersebut.

Diketahui kalau Apple tidak akan menggunakan jenis Micro-SIM lagi di smartphone barunya ini. Apple lebih memilih menggunakan kartu SIM yang lebih kecil lagi, yaitu nano-SIM.

iphone-5-nano-sim

(Gambar: PhoneArena.com)

Saat iPhone 4 pertama kali hadir di Indonesia, kartu Micro-SIM memang belum begitu banyak beredar di pasaran. Untuk menggunakan smartphone tersebut, pengguna akhirnya memilih untuk memotong kartu SIM sendiri. Pemotongan kartu ini tidak terlalu sulit dilakukan, asalkan ukuran pemotongan tepat.

Nah, bagaimana jika pengguna di Indonesia ingin menggunakan iPhone 5, sebelum smartphone ini dijual resmi di Indonesia? Untuk melakukan pemotongan Nano-SIM sendiri ternyata dapat dikatakan hampir mustahil.

Kita bisa saja memotong sesuai ukuran Nano-SIM, yaitu 12,3mm x 8,8mm x 0,67mm. Namun, ketebalan Nano-Sim dibandingkan kartu SIM biasa ternyata cukup jauh, yaitu sekitar 15 persen lebih tipis.

Menanggapi permasalahan tersebut, beberapa operator telekomunikasi telah menyatakan kesiapannya dalam menyiapkan kartu SIM Nano.

Seperti dikutip dari Trenologi, para operator di Indonesia sudah melakukan pemesanan kartu Nano-SIM ke supplier masing-masing, walaupun iPhone 5 diprediksi masih akan cukup lama hadir secara resmi di Indonesia.

Masih menurut Trenologi, Telkomsel, Indosat, dan XL akan menghadirkan opsi pengunaan Nano SIM mulai Oktober ini.

iPhone 5 merupakan smartphone pertama yang hadir dengan Nano-SIM. Sebelumnya, iPhone 4 juga menjadi yang pertama dalam penggunaan kartu Micro-SIM.

iPhone 5 sendiri akan dihadirkan secara resmi ke pasaran pada 21 September mendatang. Singapura akan menjadi salah satu negara Asia pertama yang mendapatkan iPhone 5.

IPL-ISL Disatukan 2014



Tribunnews.com
Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) akan disatukan pada 2014. Hal tersebut merupakan hasil kesepakatan yang dicapai antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) dalam rapat Joint Committee (JC) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia (20/9/2012).
"Pada 2014, tidak ada lagi dua liga," jelas Ketua JC, Todung Mulya Lubis, kepada wartawan di Hotel Sultan, Jumat (21/9/2012).
Todung menjelaskan, proses unifikasi nantinya diserahkan kepada dua anggota JC yakni CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono, selaku pengelola ISL dan CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo Widjajanto, selaku pengelola IPL. Hingga 2014, menurut Todung, ISL dan IPL bergulir secara paralel.
"Kedua liga itu akan tetap berjalan seperti biasa dan dianggap sebagai fase pra-kualifikasi. Dari kedua liga inilah diambil klub untuk masuk ke liga baru. Namun, mengenai proses penyatuan liga akan ada pertemuan selanjutnya," bebernya.
Meski begitu, Todung mengungkapkan, KPSI meminta penyatuan liga dilakukan pada 2015. Menurutnya, permintaan tersebut disampaikan kepada Presiden AFC, Prince Abdullah, untuk diteruskan kepada FIFA.
"Presiden AFC, Prince Abdullah, telah mencatat permintaan KPSI. Kemudian, Prince Abdullah akan membawanya ke FIFA. Kalau FIFA menyetujui, penyatuan akan dilakukan pada 2015, tetapi jika tidak, penyatuan akan tetap mengikuti rencana awal, yaitu 2014," tandas Todung.